Sabtu, 12 Februari 2011

Ringkasan Hidup Lima Bulan di Amerika

Cerita saya mulai dari bulan Agustus ketika saya datang ke Indio, California. Minggu pertama saya tinggal di keluarga angkat saya, kami pergi ke  San Diego sebelum sekolah dimulai. Kami menghabiskan satu malam di sana, dan kami naik sepeda sekitar Pantai Mission, San Diego. Kami menghabiskan malam di pondok begitu dekat dengan pantai, dan tepat depan pondok itu adalah pantai.   
Depan pondok San Diego
 Pada hari berikutnya, kami pergi dari San Diego ke Hollywood. Walaupun kemacetan lalu lintas benar-benar buruk, akhirnya kami tiba di sana dan mengambil beberapa benar-benar foto bagus dengan Hollywood Sign atau tanda tangan tangan-langkah kaki dari aktor dan aktris Hollywood yang terkenal. 


cap tangan-kaki harry potter


Setelah itu, kami makan malam di Rubio's, pertama kalinya saya makan makanan Meksiko, makanan favorit keluarga angkat saya. 
Awal September, saya pergi ke La Quinta High School dan menjadi siswa baru di kelas senior. kelas saya adalah bahasa Inggris IV, IB Matematika, Digital Art, Pemerintah AS, Sejarah Amerika dan Video Produksi. Saya bersama di Key International dan Klub Teater. Dan karena secara tradisional, setiap pertukaran pelajar tahun akan di koran sekolah, sehingga dalam berita September, gambar saya dan beberapa kutipan muncul di Blackhawks News. minggu pertama sekolah yang masih akhir musim panas, di tempat saya yang padang pasir, adalah sampai 110 derajat Fahrenheit. Yang begitu panas. Dan saya puasa di bulan penuh dan waktu untuk makan adalah sampai delapan di malam hari. Dalam Hari Raya Idul Fitri, saya pergi ke masjid dan bertemu keluarga Indonesia di sana, dan kembali ke  sekolah setelah itu. 

Bersama keluarga Indonesia

Pada bulan Oktober, saya mulai untuk menjadi sukarelawan di mesjid, mengajar bahasa Arab. Anak-anak saya kelas satu dan dua SD, mereka begitu lucu. 

Saya dan keluarga angkat saya pergi ke Sungai Colorado, yang merupakan perbatasan antara Negara Bagian Arizona dan California.



Halloween!!
 Pada tanggal 31 Oktober adalah Hari Halloween, saya berpakaian seperti Lady Bug, dan saya pergi 'Trick or Treat' di lingkungan sekitar. 

November adalah bulan terbaik yang pernah kumiliki sejak saya datang. Pada tanggal 2 November saya pergi ke tempat pemungutan suara dan melihat orang tua angkat saya pemilu untuk Gubernur California dan beberapa proposisi. Sangat menarik karena saya belajar di kelas Pemerintah AS, jadi saya tahu beberapa kandidat dan latar belakang mereka dan kemudian saya melihat proses pemilihan langsung di sana.Saya bergabung tim sepak bola. Saya presentasi di semua kelas saya dan klub Pekan Pendidikan Internasional, ada begitu gembira, dan saya mengajar mereka cara bermain cublak-cublak suwong. 


Add caption
foto YearBook

 Dan saya mengambil gambar untuk Year Book, saya memakai pakaian tradisional Indonesia. 
Jadi, saya akan berada di Year Book untuk Senior Gambar formal dan kasual, untuk Key Club, sebuah artikel tentang Islam, Digital Art, dan Senior Panoramic 2011. 
Senior Panoramic


Seminggu setelah itu Thanksgiving Holiday. Saya pergi ke Claremont, LA. Saya tinggal di rumah Janet Lorenz, seorang Relawan AFS, selama seminggu. Saya merayakan Thanksgiving bersama keluarganya dan makan kalkun banyak. I dan Gana (Indonesia AFS anak) pergi ke tempat-tempat yang bagus minggu itu. Kami pergi ke Harry Potter 7 film; Griffith Observatory, kami melihat Mars dari teleskop, mengambil gambar dengan Albert Einstein; Getty Museum yang Villa Yunani-Romawi museum yang patung dari 6500 SM. 
Getty Villa Museum
Albert Einsten bersama saya
Saya dan Gana

   
Kami pergi ke Santa Monica Carrousel dan Malibu Beach dan memiliki beberapa makanan laut untuk makan malam. Kami juga pergi ke Universal City Walk. 
Pekan itu begitu mengagumkan. 


Pada bulan Desember, saya Natal pertama. Seminggu sebelumnya, saya membantu pohon menghiasi Ibu saya dengan semua hiasan emas karena dia mencintai emas. Pada Hari Natal, kita bangun pagi dan membuka hadiah. Saya punya beberapa hal lucu dari keluarga angkat saya. Setelah itu, secara tradisional,  Dad membuat gulungan kayu manis untuk sarapan, dan pada sore hari kami pergi senjata penembakan di padang pasir, yang begitu mengagumkan. Pertama kali saya pernah menembak dengan senjata sesungguhnya. 



Pada malam hari, kami makan malam keluarga tradisional dengan tabel dekorasi khusus. Setelah itu, kami bermain 'Bicara Keluarga' dengan sekelompok kartu. Sehari setelah, saya pergi ke LA untuk merayakan Hari Tahun Baru dengan semua siswa pertukaran California Selatan. Kami pergi membantu untuk membangun Float Rose untuk Tahun Baru Rose Parade. 

  
Juga kami pergi ke China Town, Little Tokyo, Talavera Boulevard (Little Mexico) dan Hollywood dengan link Metro. 

Yang begitu mengagumkan. Kami menghitung mundur di Malam Tahun Baru dan mengadakan pesta menyenangkan. Hari Tahun Baru, Kami pergi ke Pasadena City dan melihat Rose Parade yang beberapa aktris dan aktor terkenal, dan orang-orang pemerintah ada di sana. 

  
Pada pertengahan Januari, Baldy Vista (nama chapter saya) telah Pertengahan Tahun Orientasi. Chapter saya memiliki sekitar sembilan belas anak-anak; dari Indonesia, Thailand, Jerman, Norwegia, Spanyol, Italia, Islandia, dan Austria yang hidup di Redlands, Yucaipa, Claremont, San Dimas dan Indio. Kami berbagi semua masalah kita dan apa yang akan kita capai dalam lima bulan kiri. Setelah Orientasi, saya dan Gana pergi ke pusat kota Cleremont dan makan di restoran Mediteranian dan Yogurt Tanah. 
Pada bulan Februari, saya siap untuk pindah ke sekolah lain, keluarga, dan kota. Jadi saya mengambil semua gambar dengan semua guru saya, mengucapkan selamat tinggal kepada semua teman-teman saya. Dalam ketujuh, adalah hari ulang tahun delapan belas saya. Sepulang sekolah saya ulang tahun ditambah pesta perpisahan dengan teman-teman saya di restoran Jepang yang memiliki keluarga Indonesia. 
Jepang restaurant dengan Nikita

  
Di malam hari, saya mengadakan pesta ulang tahun kue dengan keluarga angkat saya. 

 Keesokan harinya, saya mengadakan pesta dengan keluarga teman saya di Red Robins. 
Jadi benar-benar, saya punya tiga pihak dalam baris. 
Pada bulan Februari 9,2011 adalah hari pindahan saya. Ini cukup menyedihkan. Saya menangis . Saya pindah ke Chino Hills dan Kering High School. Hidup saya dimulai dari awal lagi! Saya sangat bersemangat. 






*NB: Maaf Bahasa kacau, editan Google Translate bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia




English version: 


My story began from August when I came to Indio, California.  First week I stayed in my host family ,  I, my Mom and my host sister went to San Diego right before school started. We spent one night there, and we rode bicycle around the Mission Beach, San Diego.  We spent night in the cottage so close to the beach, and right front of the cottage was the beach.
   In the next day, we went from San Diego to Hollywood. Even thought   that was really bad traffic jam, finally we got there and took some really nice pictures with Hollywood Sign or the hand-foot step signature from famous Hollywood actors and actress.  
After that, we ate dinner at Rubio’s, the first time ever I ate Mexican foods, my host family’s favorite foods.


Early September, I went to La Quinta High School and being new student in senior class. My classes are English IV, IB Math, Digital Art, US Government, US History and Video Production. I joint in Key International and Theatre Clubs. And because traditionally, every year exchange student will be in school newspaper, so in September news, my picture and some quotes appeared in Blackhawks News.  First weeks school that was still late summer, in my place which is desert, was until 110 degrees Fahrenheit. That was so hot. And I was fasting in the whole month and time for eat was until eight in the night. In Idul Fitri Day, I went to the mosque and met Indonesian families there, and went back to school right after that.  
In October, I started to volunteer in the mosque, teaching Arabic. My kids were first and two grades and they are so cute. 
I and my host family went to Colorado River, which is border between Arizona State and California.  It was so nice day.   On October 31 was Halloween Day, I dressed up as Lady Bug, and I went ‘Trick or Treat’ around the neighborhood.  


November was the best month I ever had since I came. On November 2, I went to polling place and saw my host parents were voting for California Governor and some propositions. It was so interesting because I learned it in US Government class, so I knew some candidates and their background and then I saw the voting process directly there. I joined soccer practices for varsity girl soccer. It was so nice. I did my presentations in all my classes and clubs on International Education Week, there were so excited, and I taught them how to play cublak-cublak suwong.   
 And I took a picture for Year Book; it was nice Indonesian traditional clothes.   
So, I will be in Year Book for Senior Picture formally and casual, for Key Club, an article about Islam, Digital Art, and Senior Panoramic 2011.


The week after was Thanksgiving Holiday. I went to Claremont, LA. I stayed in Janet Lorenz’s home, an AFS Volunteer, for a week. I celebrated Thanksgiving with her family and ate much turkey. I and Gana (Indonesian AFS kid) went to nice places that week. We went to Harry Potter 7 movie; Griffith Observatory, we saw Mars from telescope, took picture with Albert Einstein; Getty Villa Museum which was Greek-Roman museum that has sculptures from 6500 BC.
  
We went to Santa Monica Carrousel and Malibu Beach and had some seafoods for dinner. We also went to Universal City Walk. 
That week was so awesome. 




In December, I got first Christmas ever. A week before, I helped my Mom decorate tree with all golden decoration because she loves gold. In the Christmas Day, we got up early and opened presents. I got some cute stuff from my host family. After that, traditionally, my Dad made cinnamon rolls for breakfast, and in the afternoon we went guns shooting in the desert, which was so awesome. First time I have ever shoot with the real guns.  
At night, we ate traditional family dinner with special decoration table.  After that, we played ‘Family Talk’ with bunch of cards.  The day after, I went to LA to celebrate New Year’s Day with all South California exchange students. We went helping to build the Rose Float for New Years Rose Parade. 


Also we went to China Town, Little Tokyo, Talavera Boulevard (Little Mexico) and Hollywood by Metro link.   
That was so awesome. We counting down at New Year’s Eve and had fun party.  New Years Day, We went to Pasadena City and watched Rose Parade which some famous actress and actors, and government people were there.  


In the middle of January, Baldy Vista (my chapter’s name) had Mid Year Orientation. My chapter has about nineteen kids; from Indonesia, Thailand, Germany, Norway, Spain, Italy, Iceland, and Austria that live in Redlands, Yucaipa, Claremont, San Dimas and Indio . We shared all our problems and what we will accomplish in five months left . After Orientation, I and Gana went to downtown Cleremont and ate in Mediteranian restaurant and Yogurt Land.  
In February, I was ready to move to another family , school, and city. So I took all pictures with all my teachers, said good bye to all my friends. In the seventh, was my eighteen birthday. After school I had birthday plus farewell party with my friends in Japanese Restaurant that Indonesian family has. 


In the night, I had birthday cake party with my host family. 
 The following day, I had party with my friend’s family in Red Robins. So totally, I had three parties in the row. 
In February 9,2011 was my moving day. It was pretty sad. I cried so hard. I move to Chino Hills and Upland High School. My life starts all over again! I’m so excited. 








Minggu, 26 Desember 2010

Beda Agama, Beda Hari Besar

                  Enam belas tahun saya menikmati waktu hari raya umat muslim, Idul Fitri, di Indonesia. Hari-hari sebelum dan sesudahnya begitu berkesan. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, tapi kalau sudah hari Idul Fitri, semua ikut senang, ikut berkumpul bersama keluarga, hari libur terbesar setahun sekali.
                 Biasanya bulan sebelum Ramadhan tiba, tembok rumah dan pagar dicat ulang, beres-beres isi rumah, ataupun beli alat-alat dapur yang baru. Hari-hari di bulan Ramadhan terasa nikmat. Empat belas tahun saya  nikmati bulan Ramadhan di rumah, dan dua tahun terakhir di pondok. Sudah tradisi keluarga saya berlomba mengkhatamkan Qur'an di bulan yang mulia itu. Dan kalau sudah khatam biasanya spesial menu buat makan malam, seperti sate, bakso bahkan durian.
Beragam menu buka puasa
                                
                  Dua minggu pertama di bulan Ramadhan biasanya diisi dengan hari sekolah atau pesantren kilat. Berangkat ke sekolah pakai baju muslim, dan pelajaran hanya seputar akhlak dan aqidah. Pulang sekolah, nonton TV sambil tiduran atau menyiapkan buka. Iklan-iklan yang menggiurkan, KFC, sirup marjan, kecap ABC, tepung bumbu, segala macam makanan diiklankan yang intinya selamat menunaikan ibadah puasa. Beragam menu buka puasa ibu buat spesial seperti kacang hijau, acar, kolok pisang, tape, roti, dll. Dan yang paling utama nih, tiga korma dan teh manis.Sholat maghrib berjamaah, ngaji, terus bersiap ke mushola. Mushola Nurul Huda, biasanya bapak mengimami. Setelah sholat terawih, tadarus bersama di rumah mengundang ibu-ibu tetangga. Tadarus usai, makan lagi, atau nonton TV. Sahur jam3, setelah itu sholat tahajud dan sejenisnya, kalau akhir bulan, sholat tasbih berjama'ah, setelah itu baca Rotib Al-athos menunggu adzan shubuh.
Shof penuh di awal bulan Ramadhan
                     Kalau di pondok, liburan idul fitri paling ditunggu. Anak-anak sudah menghitung jauh-jauh hari bahkan H-200 pun dihitung.Kalau di pondok, pagi-pagi ngaji bukan setoran hafalan, biasanya setoran untuk dikhatamkan. Terus masuk sekolah seperti biasa, pulang sekolah sholat dhuhur dan tidur siang lebih panjang, kalau rajin, nalaran nadlom atau Qur'an. Terus sekolah diniyah, tahun sebelumnya maknai kitab fiqih atau kitab tentang kisah ulama atau sejenisnya, tapi tahun ini seperti sekolah biasa. Setelah pulang sekolah diniyah, tambahan kosakata, percakapan, lagu atau permainan baru dari kelompok bahasa. Biasanya juga ada lomba untuk menyemangati pengguna bahasa arab atau inggris. Setelah buka puasa, sholat magrhrib, dan ada jajan tambahan, shoalat isya dan terawih, setelah itu maknai kitab yang dibacakan pengasuh. Nikmatnya Ramadhan di pondok.
maknai kitab kuning di pondok
                  Minggu ketiga di bulan Ramadhan, keluarga dari berbagai kota mulai mudik,pulang kampung. Berkumpul bersama keluarga besar, buka puasa dan sholat terawih bersama. Ibu sibuk memilih jajanan kue untuk idul fitri. Jajanan ringan seperti nastar, wafer dipajang di ruang tamu, dilarang dimakan sebelum idul fitri, biasanya saya dan saudara-saudara saya tergoda dan belum sampai lebaran sudah setengah toples. Berburu baju baru, kalau belum lebih dari satu biasanya protes. Dihitung, baju baru hari pertama, baju baru untuk kumpul keluarga, baju baru keliling teman kerja bapak. Lucu kalau diingat. Beli baju baru rombongan sekeluarga ke mall atau pasar pagi, sekalian ngabuburit, tapi tidak pernah sampai waktu buka puasa. Mall atau toko baju penuh diskon, stok baru, dan orang-orang berjubel memenuhi toko.
Mall sesak berjubel pembeli baju baru lebaran
                   Maghrib lebaran, biasanya menunggu pemerintahan menetapkan idul fitri. Terus menakar beras untuk zakat fitrah. Takbiran berkumandang dimana-mana. Indah. Setelah sholat isya, siap berkeliling membagikan beras, dan siap memakan ketupat atau lontong plus gulai buatan ibu. Nyam.
                   Pagi-pagi sebelum subuh, sudah mengantri mandi dan berkaca, memakai baju baru. Ribet kunci sebelum berangkat ke masjid, karena biasanya bapak panitia sholat ied di masjid yang berangkat awal dan pulang akhir, keluarga berangkat dan pulang dari jalur jalan yang berbeda untuk kesunnahan.
menu spesial lebaran
                   Setelah sholat ied, mampir ke rumah mbah, ibu teman dekat bapak dekat masjid. Pulang dari sholat Ied, duduk di ruang tengah dan sungkem ibu-bapak. Setelah itu berkeliling ke rumah tetangga sekitar.
Sarapan pagi, dan mulai berkemas menuju Jatibarang, rumah mbah puteri dan mbah kakung. Acara halal-bihalal dimana-mana, kesempatan yang bagus menjalin silaturahmi. Termasuk acara keluarga besar saya di dukuh payung, semua keturunan dari kakek moyang berkumpul di satu kampung.
berkeliling tetangga
                  
                 
                     Sekarang hari raya umat agama yang lain. Di Amerika yang mayoritas umat kristen merayakan natal. Seperti halnya di Indonesia kalau lebaran datang, kristen, hindu budha, semuanya ikut libur dan mudik. Begitupun disini. Satu bulan sebelum natal, hari thanksgiving, dimana keluarga berkumpul, makan spesial menu,turkey, sejenis burung unta kalau di Indonesia. Di hari thanksgiving juga ada blackfriday, dimana barang-barang diskon habis-habisan. Mulai dari hari Thanksgiving, rumah-rumah mulai dihiasi lampu-lampu, hiasan santa klaus, salju, pohon natal, dll. Acara di TV juga tentang liburan natal, iklan-iklan pun berkaitan tentang santa  klaus dan hadiah yang akan diberikan di hari natal. Film yang ditayangkan di TV show, atau di bioskop juga tentang liburan natal. Lagu-lagu yang diputar di Mall, store, bahkan radio juga tentang natal. Konser paduan suara di sekolah atau di gereja seputar natal.
Mall menyambut natal
                    Setiap store, toko, atau mall dipenuhi hiasan natal yang identik dengan warna hijau, merah, emas, pohon natal,ornamen, dan santa klaus. Para orangtua menyiapkan hadiah-hadiah untuk anaknya. Memasang lampu-lampu seperti tujuh belasan di halaman depan rumah, mendirikan pohon natal di ruang tamu, membungkus kado dan menaruhnya di bawah pohon natal.
Pohon natal dan hadiah
                    Natal menurut orang kristen merupakan perayaan hari lahir Jesus Christ. Santa Claus yang hidup di kutub utara dan terbang di malam natal bersama rusa terbang membagikan hadiah kepada seluruh anak sejagad lewat cerobong asap, hanya sebuah dongeng anak agar anak-anak senang menyambut datangnya natal.
santa claus hanya sebuah dongeng anak
Hadiah-hadiah di bawah pohon natal biasanya hadiah yang cukup mahal dan anak-anak dambakan. Kehangatan keluarga dan teman-teman, adalah inti kebersamaan natal. Pagi-pagi ketika anak-anak bangun tidur langsung menuju ruang tamu, membuka kado yang sebelumnya berada di bawah pohon natal, dan bagi anak kecil di ceritakan kalau kado itu dari santa claus. Tiap keluarga punya tradisi sendiri. Ada menu sarapan, makan siang atau malam yang spesial di hari natal, tergantung tradisi. Kehangatan sebuah keluarga besar atau kecil, begitu terasa.
saling bertukar hadiah
                      Pesta-pesta tukar hadiah, atau sekedar makan malam bersama teman-teman dekat. Kalau lebaran di Indonesia kurang lebih dua minggu libur, di sini pelajar juga libur dua minggu merayakan natal.
                    
                           Artikel ini bukan untuk membandingkan kepercayaan, tapi hanya untuk menyadari kalau perbedaan dan hidup toleransi itu indah jika kita bisa memahaminya.

Selasa, 21 Desember 2010

Beowulf, Kisah Kuno Kepahlawanan Sastra Inggris

                   Kelas senior di American High School pasti tak asing lagi dengan kisah Beowulf. Kisah seorang pahlawan yang patut diambil hikmahnya.
                    Cerita ini berawal dari seekor monster yang tinggal di kegelapan bernama Grendel. Grendel adalah monster keturunan dari Cain (Qobil) yang dihukum oleh Tuhan karena telah membunuh Abel (Habil). Grendel hidup dalam kesenderian karena ia monster, tak ada manusia yang berani masuk dalam kegelapannya. Jauh nun di sana, hiduplah sebuah kerajaan yang tiap malam merayakan pesta, ialah Hrothgar, Sang Raja nan terkenal di segala penjuru. Alkisah, kerajaan ini terletak di Denmark,tepatnya daerah yang disebut 'Herot' dan rakyatnya disebut the people of Danes. Kerajaan ini dikelilingi tembok emas sebagai pagar kerajaan yang makmur nan sentausa.
                      Kesendirian Grendel, membuat Grendel sangat iri terhadap kerajaan Hrothgar yang tiap malam bersuka ria mengadakan pesta di hall(aula) kerajaan. Kesuka citaan kerajaan Hrothgar pun mulai sirna saat Grendel memulai aksinya.
                    Suatu malam , ketika Danes (orang-orang kerajaan) telah lelap seusai pesta, datanglah Grendel dalam gelapnya malam. Ia menerkam delapan orang dalam satu genggaman. Malam nan sunyi tak memberi tanda datangnya sang monster. Hingga pagi menyapa, akhirnya kerajaan pun sadar apa yang telah terjadi semalam. Malam-malam pun semakin gulita, tetesan darah demi darah terus mengalir dalam kerongkongan Grendel. Tak ada satupun ksatria kerajaan dapat menaklukkannya. Tak ada satupun rakyat yang mencoba berpindah ke daerah lain karena kerajaan Hrothgar sangatlah makmur.
                      Dua belas spring, dalam arti dua belas tahun berlalu. Grendel tetap dalam aksinya tiap malam yang gelap, terselubung tak diketahui wujudnya, entah sudah berapa korban mengisi perutnya.
                      Jauh dari kerajaan Denmark, hiduplah seorang pria yang paling kuat di segala penjuru, ialah Beowulf, anak lelaki raja Hyglac dari negeri Sweden. Rakyatnya disebut the Geats. Ayah Beowulf yang dulu penah diselamatkan Hrothgar, sekarang giliran Beowulf yang akan menyelamatkan kerajaan Hrothgar. Bersama enam belas pengikutnya, Beowulf mengarungi samudera menuju Denmark, untuk tujuan mulia, menyelamatkan kerajaan Hrothgar yang telah dua belas tahun dalam gelap yang mencekam.
                      Sesampainya di pesisir pantai Denmark, muncullah seorang penjaga pantai menanyakan kedatangan Beowulf dan pengikutnya. Awalnya ia curiga kedatangan Beowulf, tapi akhirnya ia mengagumi Beowulf yang gagah berani datang dari jauh hanya untuk menaklukkan Grendel. Beowulfpun diizinkan untuk menemui sang raja yang masih dalam ikatan saudara dengan Beowulf.
Beowulf, kisah kuno kepahlawanan
                      Beowulf dan pengikutnya pun mulai menyusun rencana untuk menaklukkan Grendel. Beowulf mengajukan syarat kepada Hrothgar. Ia ingin hanya Beowulf dan pengikutnya saja yang melawan Grendel, tanpa bantuan pasukan Hrothgar ataupun senjata dari kerajaan. Beowulf sangatlah bijak, ia melawan Grendel tanpa senjata pelindung satupun karena ia menyatakan Grendel tal bersenjata, ia pun akan melawan denga tangan kosong juga.
                    Seperti malam sebelumnya, Grendel datang di tengah malam yang mencekam. Beowulf dan enam belas pengikutnya berpura-pura tidur rapi berjajar menunggu kedatangan Grendel. Satu pengikut Grendel telah terlahap mengenaskan dalam mulut Grendel. Tentu Grendel tak curiga sedikitpun karena malam hanya seperti malam sebelumnya, tanpa perlawanan.  Sekarang baris kedua dari deretan pengikut Grendel yang berakting tidur adalah Beowulf sendiri. Ketika Grendel menggenggam tangan Beowulf bersiap melahapnya, tiba-tiba tangan Beowulf berpalik menggenggam tangan Grendel dengan kuat dan membantingnya ke segala aragh dengan kuat. Grendel berusaha melepaskan genggamannya. Tangan Grendel yang lain menggengam tangan Beowulf yang lain. Kini ia tak bisa apa-apa lagi. Kedua tangannya tergenggam erat  dengan tangan Beowulf. Semakin ia meronta melawan Beowulf, lengannya semakin robek melebar, hingga akhirnya kedua lengannya putus. Grendelpun merintih, lari meninggalkan tempat itu denga segera. Ia menemui ibunya yang tinggal dalam danau mendidih berdarah jauh dari kerajaan yang tak ada satupun manusia yang berani mendekati.
Beowulf merobek lengan Grendel


                     Akhirnya kisah selama dua belas tahun dalam genggaman Grendelpun berakhir. Tapi bukan berarti kegelapan di tangan lain berakhir. Ibu Grendel kaget bukan main ketika Grendel, anak lelaki satu-satunya pulang kepangkuannya tanpa kedua lengannya. Ibu Grendelpun murka.
                     Di aula kerajaan, Hrothgar, Beowulf, Danes dan Geats merayakan kemenangannya. Dua lengan Grendel direbus dalam sebuah bejana. Dalam suka cita itu, Ibu Grendel datang menemui teman terdekat Hrothgar, Esher, dan membunuhnya dengan kejam. Bukan hanya itu, Ia mengambil kembali dua lengan anak lelakinya di malam itu.
                     Pagi menjelang, kerajaan Hrothgar pun bingung bukan kepalang. Teman terdekat Hrohgar tewas, dua lengan Grendel pun hilang entah kemana. Sekarang Beowulf pun mulai menyusun rencana untuk melawan Ibu Grendel. Kali ini tujuannya bukan seperti kemuliaannya dulu hendak menyelamatkan kerajaan Hrothgar, tapi ia hanya ingin lebih terkenal sebagai pahlawan yang tak terkalahkan.
                       Beowulf meminta syarat kepada Sang Raja, Hrothgar, kalau nanti ia tak terselamatkan, ia tak tahu kalau badannya bisa ditemukan, yang jelas ia meminta pengikutnya dikirim kembali ke Sweden, negara aslinya. Beowulf pun pergi dengan pengikutnya ke danau darah mendidih dimana Ibu Grendel tinggal. Berbekal baju besi ajaib, dan pedang bernama 'Hrunting' yang dipercaya bisa menaklukkan segala monster.
                      Beowulfpun berenang dalam danau itu, sedangkan lima belas pengikutnya setia menunggu di tepi danau. Berjam-jam Beowulf berada dalam danau itu. Andaikata ia bukan seorang pahlawan, seorang manusia biasa tak akan bisa berada berlama-lama dalam danau itu karena danau itu tercipta dengan darah mendidih. Akhirnya Ibu Grendel menggenggamnya dan membawanya ke aulanya. Sedangkan monster lain mencium bau manusia dan berebut menrkam Beowulf, tapi Ibu Grendel tak membiarkannya karena ia ingin Beowulf hidup-hidup dan melawannya satu lawan satu seperti Beowulf lakukan dengan Grendel.
                     Ibu Grendel dan Beowulf sampai di aula di atas danau yang merupakan rumah Ibu Grendel. Ini keuntungan bagi Beowulf, karena di daratan ia lebih kuat di banding dalam air, apalagi danau itu. Tapi ia bisa bertahan karena baju besi yang ia gunakan. Pertarungan sengit itu pun dimulai. Dengan ganas dan murka, Ibu Grendel mencakar Beowulf tanpa segan. Pedang'Hrunting' yang ia gunakan pun sia-sia, tak bisa melukai Ibu Grendel sedikitpun. Beowulf hanya bertahan dengan baju besinya. Ia kehabisan tenaga. Detik terakhir Beowulf melihat pedang yang tergantung di dinding aula. Pedang itu disebut 'Mere'. Ia menyambar pedang itu, dan beruntung, pedang itu berhasil melukai Ibu Grendel. Beowulf pun menang dan kembali ke pengikutnya. Tidak dengan tangan kosong, Ia membawa kepala Grendel dan Ibu Grendel di kedua tangannya. Orang-orang Danes telah berpikiran tak mungkin Beowulf kembali, mereka pun pergi meninggalkan pengikut Beowulf yang setia menunggu.
                      Setelah sembilan jam menunggu, muncullah Beowulf dengan dua kepala dalam genggamannya. The Geats (pengikut Beowulf) sangat gembira menyambut kedatangan pemimpinnya. Mereka kembali ke Herot. Kerajaan dan para ksatria kaget, mereka kira Beowulf  telah mengakhiri kehidupannya dalam danau itu.
Beowulf melawan Ibu Grendel
                     Bertahun-tahun berlalu, Beowulf yang sekarang menjadi raja dari Geats telah beranjak tua. Terdengar kabar ada sebuah bukit yang dijaga oleh seekor naga, di dalamnya terdapat harta karun yang tentu bisa membuat kerajaan Beowulf semakin makmur. Beowulf pun begitu menginginkannya. Walau ia tua, ia masih memiliki semangat dan kekuatan yang hampir sama dengan beberapa tahun lalu ketika ia berhasil menaklukkan dua monster dengan tangannya.
                    Ia bersama pengikut setianya pergi ke bukit baru yang tinggi dan tajam untuk mendapatkan harta karun. Dengan baju besinya dulu, helmet, dan pedang ia miliki, ia siap melawan Sang Naga. Sang Naga memiliki kekuatan besar dengan nafas yang panas yang mampu membakar ruangan disekitarnya. Pedang Beowulf sekali lagi tak berfungsi. Pedangnya meleleh seperti tetesan air mengalir dari ujung pedang. Helmetnya tak bisa melindunginya lagi. Beowulf berusaha melawan, tapi apadaya, Beowulf kini di ujung hidupnya.
                   Pengikutnya yang stia dari pertarungan awal hingga akhir kini hanya bisa diam dan menonton rajanya tersakiti. Satu dari pengikutnya, bernama Wiglaf, yang sekaligus keponakkan, tak bisa hanya berdiam diri. Ia menyadari mereka hanya berdiam dan melihat rajanya tak akan mampu menyelamatkan Sang Raja. Ia harus bertindak. Akhirnya ia berlari menuju sang naga, dan melangkah, menekankan kakinya di atas naga yang membuat naga tak berday. Naga pun mati di tangan Wiglaf.
                   Beowulf yang siap menghembuskan nafas terakhir berpesan kepada ponakannya itu untuk membawa harta karun untuk dirinya sebelum ia mati. Wiglafpun mengambil beberapa harta karun  untuk nya. Pada detik terakhir, Beowulf berpesan kepada Wiglaf untuk mendirikan tower di tempat itu untuk para pengembara mengetahui arah mereka berpergian di darat dan laut, dan memintannya menguburkan jasad Beowulf di tempat itu, dan dinamakan Tower Beowulf. Satu lagi permintaan yang berat untuk Wiglaf, Ia meminta Wiglaf menjadi pemimpin di kerajaannya, memimpin Geats, dan Beowulf memberikan kalungnya sebagai persembahan bahwa Wiglaf telah berhasil menaklukkan naga yang Beowulg hendak taklukkan sekaligus meresmikan Wiglaf menjadi pemimpin yang baru.

Beowulf dan Wiglaf
                      Kini Beowulf hanyalah nama. Nama bagi pahlawan yang gagah berani. Ada amanat yang bisa kita ambil. Ketika Beowulf melawan Grendel, ia memiliki tujuan yang mulia untuk menyelamatkan Kerajaan Hrothgar, sehingga ia menang dengan mudahnya, hanya dengan tangan kosong. Ketika ia melawan Ibu Grendel, ia hanya ingin bertambah terkenal. Maka pedang yang ia gunakan pun tak mempan melukai kulit Ibu Grendel. Tangan kosongpun tak berarti, hingga ia meyambar pedang yang tergantung di dinding aula Ibu Grendel sendiri. Dan terakhir, Beowulf hanya menginginkan harata karun yang dijaga naga. Ia gugur dalam pertarungan itu, karena tujuannnya hanya menuruti nafsunya mendapatkan harta. Kesimpulannya, jika seseorang bertujuan mulia, maka selalu ada jalan kemudahan. Tapi jika seseorang hanya menuruti nafsunya mendapatkan harta atau material, maka rintangan akan menghadang, termasuk kematian yang terjadi pada diri Beowulf.

Minggu, 19 Desember 2010

Indonesia Punya Potensi Besar!

              Kata orang Indonesia kalau ada temannya yang mendapat nilai ulangan yang lebih tinggi, maka dia mengeluh, ' makannya sama-sama nasi, gurunya sama, sekolahnya satu atap, pelajaran yang didapat juga sama, kenapa mesti beda nilainya?' Pertanyaan itu wajar. Satu karena mungkin cara belajarnya yang berbeda, asupan makanan atau vitamin, didikan orangtua, atau kemauan anak itu sendiri untuk mendapat nilai yang lebih tinggi.
              Begitu pula pertanyaan yang lebih jauh, ' kenapa sama-sama di satu bumi,ciptaan Tuhan, Indonesia masih negara berkembang, Amerika sudah negara maju berpuluh tahun yang lalu dan negara nomor satu?'
            Saya pikir makanannya berbeda, malah lebih bergizi Indonesia, ada sayur lodeh, sayur asem, tempe, ikan, dkk yang penuh protain. Di Amerika, sarapan makannya sereal dari gandum plus susu, roti plus selai, atau hanya minum susu. Mereka jarang mengkonsumsi vitamin atau suplemen seperti orang Indonesia banyak ketergantungan. Bangun telat, berangkat sekolah jam 7 bahkan lebih karena umumnya sekolah mulai jam 8. Makan siang tak pernah berkuah,seperti hamburger,pizza, sandwich, dan mereka banyak mengkonsumsi soda yang di Indonesia biasa mengkonsumsi teh botol yang mungkin lebih menyehatkan dibanding soda. Pulang sekolah kira-kira jam 3sore, hampir sam seperti Indonesia. Makan malam bersama keluarga jam 6 sore, biasanya menu daging sapi, pizza, salad, ayam, jagung, kedelai atau lainnya, yang jelas jarang berkuah. Jam belajar biasanya pulang sekolah sampai makan malam, ataupun setelah makan malam sampai jam tidur maksimal untuk anak seumuran SMP jam 9 malam.
              Membandingkan dari kefahaman belajar di kelas, sama seperti Indonesia, ada yang faham cepat,sedang, atau malah lambat. Sama.
                 Sekarang bedanya, di Amerika sudah di juruskan cita-citanya karena pelajaran di setiap semester hanya lima atau enam pelajaran, dan tiap anak pasti mendapat pelajaran bahasa Inggris tiap semester, dan memilih cabang sains yang diinginkan yang penting memenuhi kredit di akhir tahun kelulusan. Dari kelas satu sampai dua belas, ada pelajaran pilihan yang mereka tentukan untuk menambah ketrampilan mereka.
                Ada kelebihan hanya enam pelajaran selama satu semester, mereka benar-benar mendalaminya. Coba bayangkan, dua belas tahun belajar matematika, satu tahun hanya mempelajari aljabar, yang mana di Indonesia tiap tahun sampai delapan atau sembilan bab sudah rampung. Orang Amerika tidak terlalu pintar menghitung 'awangan' atau 'coret-coretan' , karena kebanyakan ketergantungan dengan kalkulator yang memang guru menganjurkannya.  Ketika saya mempelajari statistik di Indonesia, saya mempelajari rata-rata, kuartil 1,2,3, dan lain-lain, sedangkan di Amerika saya mempelajari statistik lebih dalam seperti hitungan dan rumus yang lebih jauh, dan ada tugas projek di akhir pelajaran sehingga benar-benar faham penggunaan rumus. Saya termasuk penggemar pelajaran matematika dari kecil karena ayah saya selalu menceritakan kalau dulu beliau senang matematika, entah kenapa saya juga begitu bersemangat semakin sulit pelajaran matematika, semakin ingin menyelesaikan tanpa bosan megutak-utik rumus. Sampai saya rela mengganti pelajaran pilihan psikologi dengan pelajaran matematika yang kebanyakan anak sini malah mengeluh dan berusaha untuk tidak memiliki matematika di jadwal mereka. 
                  Ada kekurangan juga kalau hanya mempelajari enam pelajaran satu semester. Pengetahuan mereka tidak bercabang-cabang seperti di Indonesia. Di Indonesia mungkin sampai dua belas macam pelajaran. Jadi kita bisa matematika, biologi, ekonomi, PKn, agama, Sejarah, dll dalam satu minggu. Kalau di sini yang dipelajari ya hanya enam pelajaran itu yang mereka dapat di jadwal mereka, dan pastinya jadwal tiap anak berbeda.Makanya mereka kaget waktu saya presentasi dan menyebutkan satu kelas benar-benar satu kelas dan tidak berpindah-pindah, gurunya yang ganti.
                  Saya telah mempelajari sedikit sejarah mereka sehingga Amerika bisa seperti sekarang. Kemauan. Dulu Amerika juga mempunyai masa terpuruk dimana warna kulit menjadi masalah, memperebukan daerah utara atau selatan, ribuan imigran yang datang dari segala penjuru, korupsi di mana-mana, intinya sebelum kejayaan pasti ada keterpurukan. Perang Dunia pertama yang Amerika tadinya netral, tapi akhirnya berpihak ke Inggris karena Inggris pernah menduduki Amerika, dan bahasa yang sama, sistem pemerintah yang sama. Amerika yang dulu berusaha untuk membuat perjanjian dengan tiga negara bersam Jerman , yang akhirnya tak pernah mendatangani perjanjian yang diusahakan. Tapi dari beberapa masalah yang ada, mereka selalu  berpandangan kedepan, dan belajar agresif untuk membangun negaranya. Berusah menjadi negara yang mempunyai kekuatan besar dibanding negara lain. Saya baru tahu kalau Amerika mempunyai ribuan nuklir dan akan membuat undang-undang bahwa hanya kurang lebih seribu senjata nuklir saja yang diproduksi. Lalu kemana yang lainnya? begitu teman saya bertanya seminggu lalu ketika berita terbaru selalu di update di kelas Sejarah Amerika. Sangat besar efek dari nuklir, bahkan Amerika tidak menggunakannya ketika perang dengan china, karena bisa merusak lapisan ozon, ada gas yang berbahaya juga dalam kandungannya. tapi kenapa harus memproduksi segitu banyak nuklir? Itulah yang pelajar bahkan guru di Amerika mengakui kemubadzirannya.
                   
                   Saya mengakui dari sisi yang saya lihat dari sini, saya yakin Indonesia bisa seperti Amerika. Satu hal yang beda, semua anak harus sekolah, gratis, buku paket dari perpustakaan tersedia boleh dibawa pulang selama setahun, yang dibutuhkan anak sekolah hanya kertas-kertas yang di selipkan di binder, dan pensil. Kalau ada biaya yang lain, mungki hanya utuk kelas tertentu yang membutuhkan projek. Kata orang yang saya yakin pandangan ekonominya, 75 sen dari 1 dollar diperuntukkan untuk pendidikan. Anak yang jenius, dan sedang diperlakukan sama, hanya yang memang dilahirkan cacat mental diperlakukan di kelas berbeda. Maka dari itu yang jenius biasanya merasa bosan, dan drop out atau keluar dari sekolah secepat mungkin dan masuk junior college, atau universitas untuk pelajar yang belum cukup umur masuk univertas 'sebenarnya'. Rata-rata pelajar di sini juga menganggap pendidikan adalah sekian nomor dari yang lain. Artinya mereka tidak terlalu serius. Mereka mulai serius ketika mereka kuliah, atau masuk dunia kerja.
                   Selain kemauan, gratis sekolah, pajak juga berbeda. Semuanya mengenai pajak, gratis sekolah diambil dari pajak yang dikumpulkan negara, bahkan penjara, hukuman mati, dll ternyata dana diambil dari pajak yang rakyat bayar.
                   Keyakinan, mereka hanya bekerja dan bekerja, mendapat materi sebanyak-banyaknya. Berkumpul dengan keluarga di akhir pekan, ada yang ke gereja tiap minggu, ada yang tidak beragama juga. Kalau di Indonesia, pasti religious diutamakan. Meluangkan waktu untuk beribadah, karena hidup bukan untuk dunia dan harta semata, tapi akhirat dan kesejukan batin juga diutamakan.
                   Kesimpulannya Indonesia bisa berubah dari hal yang kecil. Dari Kemauan, Optimistik, Agresif tapi jangan rakus, Pendidikan, sistem pemerintahan yang terbuka, dan jangan memboroskan uang negara hanya untuk beberapa hal semata.
                    Artikel ini bukan bermaksud untuk memuji salah satu negara atau menjatuhkan negara lain. Artikel ini hanya untuk membangun semangat anak negeri untuk masa depan yang lebih baik.
                  

Rabu, 08 Desember 2010

Pemilu di California

                 Pada tanggal 2 November 2010, saya pergi dengan orang tua angkat saya ke tempat pemungutan suara di Sun City Shadow Hill Karesidenan, Indio. Aku tahu dari My Kelas Pemerintah AS , hari itu adalah hari pemilu. Ada dua partai dominan, Republik dan Demokrat. Para calon Gubernur adalah Jerry Brown (D) dan Meg Whitman (R). Dan calon wakil (house representative) itu Marry Bono Mack (R) dan Steve Pougnet (D). Saya menemukan perbedaan antara Indonesia dan cara Amerika untuk memilih. Di California, orang-orang yang dipilih oleh mendaftar ke pejabat pemilihan lokal, pergi ke tempat pemungutan suara, dan antre, tanda tangan untuk mendaftar, dan mendapatkan paket untuk memilih. Mereka bisa berdiri dan mengisi suara pada kotak tertentu, atau mereka bisa duduk dan mengisi suara di atas meja dan mereka bahkan bisa berbagi suara mereka untuk orang lain di samping mereka. Mereka mengisi suara dengan tanda garis lurus(mencocokkan dengan panah) pada nama calon yang mereka pilih. Ada dua karya kertas. Makalah pertama untuk gubernur, wakil, dan calon kabupaten. Yang lainnya adalah untuk proposisi 19 - 25 yang menawarkan beberapa aturan untuk legalisasi di California, salah satunya adalah legalisasi ganja.

papan kampanye
papan-papan kampanye kebanyakan tak berfoto

kotak biru depan: untuk memasukkan kertas yang sudah diisi, dibelakang orang-orang sedang mengisi kertas pemilu

banyak yang harus diisi, mulai dari gubernur, house representative, dan distrik kandidat



dua ketas: 1.untuk memilih kandidat 2. untuk preposisi

menggaris antara panah untuk memilih, tidak mencoblos