Tampilkan postingan dengan label Seleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seleksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Langkah untuk Mendapatkan LoA dari Universitas Luar Negeri

Dari berbagai universitas yang ada di Luar Indonesia, sebagian besar memiliki langkah yang sama untuk mendapatkan LoA. LoA sendiri adalah Letter of Acceptance, surat yang menyatakan bahwa kita sudah diterima sebagai calon mahasiswa dari universitas tersebut. LoA ada dua macam, yaitu LoA Conditional dan LoA Unconditional. LoA Conditional adalah surat penerimaan bersyarat, maksudnya kita diterima dengan syarat harus memenuhi persyaratan tertentu yang belum kita penuhi seperti surat rekomendasi, ijazah/transkrip bagi yang baru akan lulus, dan capaian nilai sertifikat bahasa asing (TOEFL/IELTS atau bahasa asing lainnya). Sedangkan LoA Unconditional adalah surat penerimaan dengan tanpa syarat apapun lagi. Tujuan mendapatkan LoA biasanya adalah sebagai syarat untuk pendaftaran beasiswa, sponsor, ataupun untuk daftar ulang kampus, daftar visa, dan daftar untuk akomodasi lingkungan kampus. Berikut adalah salah satu universitas yang akan kita bahas sebagai salah satu contoh cara pendaftaran yaitu University of Manchester atau disebut juga Manchester University. Langkah-langkah beserta tips yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Menentukan universitas yang dituju, bisa linear dengan studi kita sebelumnya, bisa juga tidak. Jika masih bingung untuk memilih universitas, mintalah rekomendasi dari ahli di bidangnya, dosen, ataupun atasan di perusahaan kamu bekerja. Atau bisa juga melihat rangking universitas berdasarkan subjek atau prodinya yang dapat dicek di website www.topuniversities.com, lalu sortir pilihan universitas sesuai dengan subjek yang kamu inginkan.
 
Website untuk melihat ranking univesitas

2. Jika sudah menentukan universitas, bukalah website universitas tersebut. Bisa dari link web diatas, ataupun cari di google apa official website universitas pilihan kamu. Contoh : Manchester University akan muncul seperti berikut :

 
Penampilan website resmi Manchester University
Jika ingin melihat modul atau silabus dari program studi atau subjek yang kamu innginkan, bisa telusur melewati tab search yang ada pada website, ataupun dengan mencari tab study lalu pilih undergraduate (S1 sederajat) atau postgraduate (S2/S3 by course/taught master atau by research)
Setiap universitas memiliki daftar program studi yang mereka sediakan informasinya secara online, berikut salah satu contohnya :

Pilihan tab study pada web Manchester University
Contoh course finder untuk mencari subjek atau prodi tujuan
Contoh program studi - overview 

Akan ada tab yang berisi overview baik mengenai persyaratan, pendaftaran dan seleksi, detail mengenai prodi/subjek termasuk modul/silabusnya, karir dan personal kontak, serta disediakan halaman khusus daftar professor, dosen, peneliti, serta staff yang bisa membantu dalam penyusunan thesis atau disertasi.

3. Bacalah persyaratan pada program studi tersebut, lalu apply secara online. Pendaftaran universitas tertentu mensyaratkan pembayaran pendaftaran sebelum mengisi form online. Maka perlu diperhatikan hal ini, dan bayar dulu sebelum memulai mengisi form. Universitas yang mensyaratkan pembayaran sebelum mendaftar adalah Cambridge dan Oxford, sedangkan Manchester tidak mensyaratkan pembayaran apapun sebelum mengisi form. Persyaratan tiap program studi juga berbeda-beda walaupun satu universitas, dan biasanya yang membedakan adalah minimal score sertifikat bahasa asing, ataupun GMAT/GRE untuk universitas tujuan Amerika Serikat. Pendaftaran secara online tiap universitas akan berbeda skema dan deadlinenya. Maka perlu diperhatikan tanggal-tanggal penting dalam pendaftaran!

4. Isilah online form dengan seksama. Yang biasa diminta dalam pengisian form adalah identitas diri, pilihan program studi, pengalaman studi, pengalaman penelitian, kerja, publish jurnal, buku, ataupun pengalaman organisasi. Beberapa universitas juga meminta untuk mengisi pertanyaan berupa essay (250 kata) mengenai motivasi, ataupun pencapaian kita. Ada pula yang mensyaratkan secara terpisah dalam satu file motivation letter. Dokumen yang perlu disiapkan untuk diupload adalah : ijazah, transkrip, passport, motivation letter, recommendation letter, language certificate, proposal penelitian (jika ada, atau jika memilih postgraduate by research).
Contoh laman untuk pendaftaran online

5. Setelah semua form terisi dan berkas terunggah, kemudian submit application kamu. Biasanya akan dikirim via email bahwa kamu berhasil submit, dan aplikasi mu akan segera diproses.

6. Jika dalam beberapa hari atau minggu belum dikontak oleh pihak universitas, maka kamu bisa menghubungi personal kontak yang ada di website kampus, yang terkhusus bagian admission office. Atau beberapa universitas memiliki tanggal tersendiri untuk mengumumkan hasil pendaftaran. Tapi tidak salahnya jika menghubungi pihak universitas jika kamu membutuhkan LoA dalam waktu singkat karena beberapa hal, termasuk keperluan pendaftaran beasiswa ataupun sponsorship.

7. Pihak kampus akan memberikan offer atau penawaran melalui email, baik itu conditional maupun unconditional offer. Jika dalam email tersebut sudah dilampirkan surat yang menyatakan kamu sudah diterima, maka selamat! Kamu akhirnya sudah mendapatkan LoA! Baca dengan baik-baik surat yang sudah dilampirkan, jika kamu meminta dikirimkan hardcopy nya ke alamatmu, mereka akan mengirimkannya secara gratis!
 
Contoh LoA Conditional
 
Contoh LoA Unconditional


Minggu, 18 Desember 2016

Berbagi Tips LPDP - Bagian 2 : Seleksi Substantif

Jika sudah baca laman sebelumnya tentang seleksi berkas, nah sekarang kita beranjak ke tahapan seleksi Subtantif. Selamat bagi kalian yang sudah lulus seleksi berkas ya!
Pada hari H, kalian akan mendapatkan email/sms jika kalian lulus seleksi administrasi dan lanjut ke tahapan berikutnya. Nah waktunya siapkan semua amunisi untuk masing-masing tes! Akan ada : verifikasi berkas, wawancara, essay on the spot dan leaderless group discussion. Ingatlah untuk datang minimal satu jam sebelum waktu yang ditentukan.
Contoh jadwal per Kota untuk seleksi subtantif
Jadwal Seleksi Subtantif Batch 4. Sumber : website LPDP

Contoh Jadwal per-individu untuk tiap tes


TIPS : Saat hari pertama kamu datang, dan hari-hari selanjutnya, jangan lupa presensi di meja presensi dengan mengetikkan nomor pendaftaran, atau dengan scan barcode pada kartu. Kamu hanya perlu datang pada hari tes mu, selain itu tidak perlu datang. Ada yang satu hari sekaligus 4 tahap, ada yang perhari 1-2 tahap.

1 – Verifikasi Berkas
Semua berkas asli (tidak boleh fotokopi ataupun hasil scan), harus kamu bawa ketika jadwal verifikasi. Berikut berkas yang harus kamu siapkan :
1. Kartu Peserta Seleksi : dapat dicetak di aplikasi pendaftaran.
2. Formulir Pendaftaran Beasiswa LPDP
3. Kartu Tanda Penduduk Asli (KTP)
4. Ijazah Asli --- (jenjang studi terakhir)
5. Transkrip Nilai Akademik Asli --- (jenjang studi terakhir)
6. Sertifikat Bahasa Asing Asli dan MASIH BERLAKU (TOEFL/IELTS/Sertifikat Bahasa Lainnya)
7. Rencana Studi
8. Proposal Penelitian (khusus program doktoral)
9. Surat Pernyataan (Sesuai format LPDP) saat pendaftaran online (bermaterai)
10. Surat Ijin/ Tugas Belajar dari atasan (bila sudah bekerja),
11. Surat Rekomendasi dari Tokoh (Sesuai format LPDP)
12. Letter of Acceptance (Bila sudah ada)
Satu ruang tunggu biasanya sekaligus menjadi ruangan verifikasi. Akan ada 4-5 meja untuk verifikasi berkas (di depan), layar besar yang menunjukkan nama-nama yang dipanggil untuk verifikasi berkas, wawancara, dan grup EOTS/LGD.
Ketika di meja verifikasi, serahkan saja semua 12 berkas di atas, dan biasanya akan ada obrolan kecil seperti sudah ada LoA belum, akan kemana, apa yang belum lengkap, dan lain-lain. Tidak akan ada penilaian untuk jawabanmu. Namun semua berkas harus lengkap, yang kemudian akan dicap verifikasi oleh petugas.
Contoh Kartu Peserta, bagian bawah harus kamu potong untuk LGD. Usahakan print di kertas tebal
Jadwal ini akan muncul di akunmu minimal 3 hari sebelum hari seleksi


2 – Wawancara
Beberapa menit sebelum jadwalmu, akan dipanggil dari layar dan speaker utama untuk diarahkan menunggu di ruang lain. Satu ruangan besar akan berisi hingga 14 meja wawancara yang berderet. Sesaat sebelum masuk ruangan akan diminta menunjukkan kartu peserta dan mematikan HP. Ada tiga pewawancara yang akan kamu hadapi, dengan masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda. Terkadang ada yang sesuai dengan bidangmu, dan terkadang bisa juga tidak ada sama sekali. Maka dari itu, akan menjadi tantangan untuk menjelaskan bidang, judul penelitian, atau yang berkaitan dengan rencana studi jika pewawancara memiliki latar belakang yang tak ada kaitannya dengan program studimu. Ingat, WAWANCARA memiliki porsi NILAI yang paling tinggi dibandingkan tes yang lain.
Tips saat wawancara :
  • Saat masuk ke ruangan dan menuju meja wawancara, berjalanlah dengan tenang, tidak repot dengan bawaanya, rapi, dan berjalan dengan senyuman sebagai kesan pertama pewawancara. Ucapkan salam, selamat pagi/siang/sore, dan jabat tangan para pewawancara dan duduklah jika dipersilahkan.
  •  Taruh barang bawaan di bawah (tidak dipangku) dan duduklah senyaman mungkin, tegap, setidaknya agak maju (3/4 kursi).
  •  Dengarkan dengan baik pembukaan dari pewawancara (akan dibuka dengan pernyataan bahwa akan direkam suaranya). Pewawancara biasanya membuka laptop dan melihat formulir/data kita secara online.  Lalu pewawancara akan menanyai apa saja yang berkaitan denganmu, bisa hal pribadi, karakter, keluarga, studi yang lalu, bahkan hingga status berpasangan.
  • Jawablah dengan jujur, tidak bertele-tele tapi tidak terlalu kaku, ikuti alur pewawancara, dan terima kritik dan saran dari pewawancara  
  • Usai wawancara, ucapkan terimakasih dan jabat tangan kembali para pewawancara.


Wawancara akan berlangsung selama maksimal 45 menit. Bisa menggunakan bahasa Indonesia, setengah Inggris setengah Indonesia, atau full dalam bahasa Inggris. Baik tujuan Dalam ataupun Luar Negeri bisa terjadi tiga kemungkinan tersebut, tergantung pada pewawancara.
Beberapa pertanyaan yang saya dapatkan :
  •             Tell me about yourself, where are you going to study, why, and what will be your thesis title? (karena saya mencantumkan rencana tesis saya dalam rencana studi). Kemudian pewawancara 1 fokus dengan topik saya, dan memojokkan saya mengapa ambil judul seperti itu dan apa urgensinya.
  •            Why did you choose this University? (Pewawancara 2 akhirnya nimbrung dan menjelaskan dalam bahasa Indonesia bahwa jawaban saya terlalu general, harus ada spesifik alasan yang saya berikan, dan saya menerima saran dari pewawancara dengan baik. Khusus untuk tujuan Inggris, akan ditanyakan sampai terkadang agak dipaksakan dengan alasan-alasan tertentu untuk pindah negara. Beberapa teman saya ada yang sampai setuju dan menandatangani untuk pindah negara saat wawancara. Kamu harus siap untuk menolak, atau menyetujuinya)
  •           Organisasi mana yang paling berkesan, apa masalah terbesar dalam suatu organisasi yang kamu ikuti? (Pewawancara 3 biasanya dari bidang psikolog, maka akan ketahuan ketika kita jujur dan mengada-ada. Karena dalam formulir saya tulis banyak organisasi bahkan dari SMP, maka saya harus menjawabnya secara relevan dan pilih yang ada dalam formulir tersebut yang sekiranya paling menonjol)
  •            Apa masalah terbesar dalam hidup? Bagaimana kamu menghadapi dan mengatasinya? (Pewawancara 3 lebih menggali isu pribadi. Dalam pertanyaan ini di tengah bercerita saya dengan tak tertahankan menangis terisak hingga kurang lebih 1-2 menit kemudian berusaha untuk kembali dalam track wawancara. Jadi jangan khawatir jika apapun yang terjadi dalam wawancara, biarlah itu terjadi).
  •           Apakah kamu sudah punya pacar atau pasangan hidup, atau sejenisnya? (Terkadang pewanwancara membawa suasana menjadi seperti percakapn biasa,  bercanda, bahkan menggoda. Jawablah dengan nada santai. Ingat, ikuti saja alur pewawancara :D)
  •           Siapa tokoh idolamu? Kenapa? (Beberapa teman saya juga banyak yang mendapat pertanyaan ini. Kalau saya lebih memilih untuk menjawab sosok yang benar-benar saya kenal, yaitu Ibu)

Pertanyaan-pertanyaan lain bisa kamu dapatkan di berbagai website atau blog mengenai seleksi LPDP. Untuk lebih lengkapnya, silahkan email ke saya febriantinurulhidayah@gmail.com. Insya Allah fast respond :)

3 – Essay on the Spot (EOTS)
Per-Oktober 2016, pendaftar dengan tujuan Dalam Negeri menulis essay dengan bahasa Indonesia dan tujuan Luar Negeri dengan bahasa Inggris. Di ruang essay akan ada tiga grup LGD, masing-masing akan duduk sesuai dengan barisan grup dan suasana akan seperti ujian IELTS.  Satu kertas soal akan disediakan oleh panitia, beserta satu kertas jawaban. Tulis nama, nomor peserta, nomor grup dan tujuan dalam/luar negeri. Ada dua pilihan essay pada masing-masing kertas soal, kita boleh memilih salah satu topik. Tipe penulisan essay ini sama dengan essay Task 2 pada IELTS, namun tidak ada minimal atau maksimal kata yang ditulis. Waktu menulis essay hanya 30 menit. Topik-topik dalam essay dan LGD akan sesuai dengan berita-berita nasional yang sedang hangat sebelum hari tes. Maka dari itu, rajin-rajinlah membaca berita supaya bisa menulis essay dengan tepat dan cepat. Contoh topik-topik essay dan LGD per oktober 2016 adalah sebagai berikut :
  • -          8 jam kerja untuk guru
  • -          Kecerdasan kebaikan
  • -          Defisit BPJS
  • -          Dokter Layanan Primer
  • -          Bahasa Indonesia oleh generasi muda
  • -          Pendidikan vokasi Indonesia
  • -          Brain Drain
  • -          Kebijakan kantong plastic
  • -          PTS menjadi PTN
  • -          Dwikenegaraan
  • -          Ketahanan Pangan
  • -          Satu harga BBM
  • -          Tax amnesty
  • -          Kebijakan untuk nelayan
  • -          Tunjangan dan sertifikasi guru

Setelah selesai essay, kamu akan diarahkan menuju ruang LGD beserta grup mu.

4 – Leaderless Group Discussion (LGD)
Dalam ruangan besar, tiga kelompok meja sudah siap. Satu kelompok berisi 8-9 orang. Dua penguji akan memberikan instruksi, mengawasi  dan menilai kontribusi kamu dalam grup. Sebaiknya sebelum masuk kelas, satu grup minimal sudah mengetahui nama masing-masing, walaupun nanti di meja sudah ada nama yang disiapkan dari potongan kartu peserta kamu. Masing-masing grup akan mendapatkan topik yang berbeda, seperti yang disebutkan pada topik-topik dalam poin 3. Untuk grup tujuan Luar Negeri, akan berdiskusi dalam bahasa Inggris. Sewaktu LGD saya, topic yang diangkat adalah Defisit BPJS dan kaitannya dengan Dokter Layanan Primer. Instruksi yang diberikan adalah kita berakting sebagai perwakilan dari kementrian-kementrian yang ada di Indonesia untuk memberikan pendapat dan saran yang nantinya disampaikan kepada presiden. Karena leaderless group discussion, tidak akan ada pembagian ketua diskusi, timer, dan notulensi. Tapi dalam diskusi akan dibagikan satu kertas soal dan satu kertas berukuran kecil (sekitar 4 cm x 8 cm) untuk coret-coret. Yang akan memulai diskusi biasanya yang akan menjadi kendali dalam diskusi, tidak perlu timer karena pengawas akan memperingatkan menit—menit terakhir, atau kamu bisa melihat jam sendiri.
Usai sudah tahapan tes subtantif yang kamu lalui. Dari tiga hingga empat hari tes, perluas jaringanmu dengan perbanyak berkenalan dengan orang-orang baru. Biasanya masing-masing kota memiliki grup sosial media sendiri untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Untuk chapter Jogja bisa hubungi saya untuk masuk ke grup pejuang LPDP ini.


Setelah selesai dengan rangkaian tes, masih ada waktu tiga hingga empat minggu untuk menunggu hasil. Kejarlah Letter of Acceptance yang Unconditional sambil menunggu pengumuman LPDP, karena mungkin peraturan LPDP akan berubah (per Desember 2016, yang belum mendapatkan LoA Unconditional saat pengumuman, akan diundur kuliahnya minimal 2018). Selanjutnya, mintalah doa dari orang tua, guru, orang-orang di sekitar kita serta perbanyak sedekah untuk meringankan jalan menuju kelolosan :D Good Luck! 
Dan selamat bagi kamu yang lulus seleksi subtabtif, hasil kelulusan bisa dicek di website, email dan kamu akan mendapat sms pemberitahuan. 
Contoh tampilan kelulusan seleksi substantif

Selasa, 13 Desember 2016

Berbagi Tips LPDP – Bagian 1 Seleksi Berkas

Mungkin sudah begitu banyak website dari vlog sampai blog yang menceritakan tentang tips mengikuti tes LPDP. Tapi masing-masing tulisan atau tips pasti dari sudut pandang penulis sendiri karena masing-masing orang pasti memiliki tantangan yang berbeda dalam menghadapi tes ini. Setiap tahun bahkan periode, aturan-aturan dalam seleksi LPDP berubah sehingga perlu dikroscek lagi website, facebook atau twitter LPDP terupdate. Karena beberapa orang sudah banyak yang request ke saya untuk berbagi bagaimana tahapannya, maka saya akan memulai dengan sharing apa saja yang saya lalui saat mendaftar LPDP pertama kali. (Beasiswa yang saya daftar adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) untuk Magister tujuan Luar Negeri)

1 – Kunjungi Website LPDP, lalu download booklet-nya. Dari syarat-syarat sampai contoh format surat rekomendasi sudah ada di dalam booklet. klik : beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id
tampilan website untuk login atau pun memulai membuat akun online pendaftaran serta unduhan booklet

2 – Daftar secara online di websitenya, kemudian isi dengan jujur, lengkap dan teliti, serta relevan.

3 – Jangan mengebut formulir online dalam waktu satu malam. Persiapkan 3 hingga 5 hari, atau bahkan lebih, jika ingin memaksimalkan kualitasnya.

4 – Siapkan essay jauh-jauh hari, cari referensi essay dari para awardee LPDP yang sudah atau akan berangkat (jika ke Luar Negeri) atau yang penting sudah lolos LPDP. Lihatlah bagaimana struktur dari essay mereka, bukan menjiplak kata-katanya. Essay pada tahun 2016 terdiri dari 3 essay yang berbeda : 1) Sukses terbesar dalam hidup, 2) Kontribusi yang telah/sedang/akan saya lakukan 3) Rencana Studi. Untuk tujuan Dalam Negeri menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan untuk tujuan Luar Negeri masih menggunakan bahasa Indonesia (jaman saya tes), tapi banyak yang mengatakan bahwa tujuan Luar Negeri sebaiknya menggunakan bahasa Inggris (walaupun tidak tertera pada aturan di booklet LPDP). Saya sendiri memilih menggunakan bahasa Indonesia.

5 – Mintalah tokoh yang berpengaruh, atau setidaknya dosen pembimbing/penelitian untuk mengisi surat rekomendasi yang sesuai dengan format LPDP.

6 – Siapkan badan sesehat mungkin untuk tes kesehatan. Mulai dari tes kesehatan secara umum, tes narkoba, maupun tes TBC (khusus untuk tujuan Luar Negeri). Jadi yang masih sekiranya kecanduan rokok, vapour atau sejenisnya yang bisa merusak tubuh, sementara dihentikan dahulu. Tes harus dilakukan di rumah sakit pemerintah. Jadi jangan keburu pergi ke sembarang rumah sakit termasuk yang swasta. Siapkan uang sekitar 350 ribu rupiah untuk perkiraan keseluruhan pembayaran (tanpa asuransi/BPJS).

7 – Untuk membuat SKCK, tahapan yang saya lalui : datang ke Ketua RT untuk meminta surat pengantar. Katakan saja meminta surat pengantar untuk membuat SKCK yang tujuannya untuk mendaftar Beasiswa LPDP. Lalu ke Ketua RW untuk meminta tanda tangan. Steelah itu, siapkan foto dengan latar belakang berwarna merah ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar. Dan terakhir, pergilah ke Kapolres Kota terdekat untuk memproses SKCK. Biaya yang dikeluarkan untuk SKCK sekitar 15 ribu rupiah, tapi jika ingin menggandakan dan melegalisir, siapkanlah sekiranya 20 ribu rupiah.

8 – Jangan lupa catat deadline tiap periode. Jangan submit di menit terakhir, karena website akan sangat lemot hingga crushed, dan akhirnya kamu harus menunggu periode berikutnya! Jangan sepelekan karena sudah banyak yang gagal dan menyesal harus menunggu 2-3 bulan selanjutnya.

Jika sudah tiba tanggal pengumuman, kamu akan mendapatkan email dan sms mengenai lolos atau tidaknya. Dan jadwal tiap kota akan diumumkan 1-2 minggu sesudahnya, sedangkan jadwal per-individu mengenai tes subtantif baik wawancara, essay on the spot dan leaderless group discussion akan ada di akunmu 3 hari sebelum hari tes di Kota mu. Ingat untuk sering mengecek, karena bisa saja berubah didetik terakhir. (Tips selanjutnya silahkan baca Laman selanjutnya)
Berikut adalah contoh tampilan jika kamu lolos pada saat seleksi Berkas!

contoh tampilan kelulusan seleksi administrasi


Untuk contoh lengkap formulir, essay dan  format surat rekomendasi, silahkan email saya di febriantinurulhidayah@gmail.com. InsyaAllah fast respond :)


Persyaratan umum dan khusus (untuk BPI Magister) di booklet Panduan dari website LPDP bisa dibaca disini :

Persyaratan Umum :

a. Warga Negara Indonesia (WNI);
b. Telah menyelesaikan studi program sarjana atau program magister dari:
1. Perguruan Tinggi di dalam negeri yang telah terakreditasi oleh Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), atau
2. Perguruan Tinggi kedinasan dalam negeri, atau
3. Perguruan Tinggi di luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.
c. Memiliki karakter kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme,
integritas, memiliki kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian, kematangan dalam
mengelola emosi, dan kemampuan beradaptasi;
d. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan / keilmuan / inovasi / kreasi
/ budaya;
e. Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pelamar:
1. Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
2. Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
3. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau
mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
4. Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode
etik Akademik;
5. Selalu mengabdi untuk kepentingan bangsa Indonesia;
6. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
7. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
8. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai dokumen asli serta
bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku apabila dokumen tersebut
tidak sah.
f. Telah mendapatkan izin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
g. Surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba (untuk semua pelamar
tujuan dalam negeri serta luar negeri) dan untuk tujuan ke luar negeri ditambah
dengan bebas TBC yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah;
h. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak
sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
i. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang
menjadi sasaran LPDP;
j. Memilih program studi dan Perguruan Tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
k. Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia:
kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat /
lembaga / instansi / profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam
Hidupku”;
l. Apabila terdapat pemalsuan data atau dokumen maka pendaftar dinyatakan
gugur dan tidak berhak mendaftar lagi di LPDP;
m. Menyerahkan Surat Kelakuan Baik/ Suat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
yang dibawa pada waktu seleksi wawancara;

Persyaratan Khusus :

1. Usia maksimum pelamar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah
35 (tiga puluh lima) tahun,
2. Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan dan
tidak berlaku bagi mereka yang telah menyelesaikan program magister
baik dalam maupun luar negeri.
3. Mempunyai Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari Perguruan
Tinggi tujuan yang ada dalam daftar LPDP.
4. Jika tidak memiliki LoA Unconditional (a.3), pendaftar wajib memiiki Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,00 pada skala 4 dan memiliki dokumen
resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS
(www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa
asing lainnya yang ditentukan LPDP:
a. Untuk studi program Magister di dalam negeri, skor minimal:
TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600.
b. Untuk studi program Magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL
ITP® 550/TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750.
c. Butir a) dan b) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan
pendidikan tinggi yang menggunakan bahasa pengantar akademik
bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2
(dua) tahun sejak ijasah diterbitkan.
d. Untuk studi program Magister di luar negeri pada Perguruan Tinggi
yang bahasa pengantar akademiknya non-bahasa Inggris atau
bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB), dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan
bahasa yang berlaku.
5. Jadwal rencana perkuliahan dimulai paling cepat 6 (enam) bulan setelah
penutupan pendaftaran di setiap periode seleksi.
6. Sanggup menyelesaikan studi program magister sesuai masa studi yang
berlaku, paling lama 2 (dua) tahun,
7. Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada),
8. Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan
tinggi tujuan.