Rabu, 24 November 2010

International Education Week ( Pekan Pendidikan Internasional)

Bahan Presentasi:



Kartu Pos Bali

Uang Rupiah

200-an yang saya bagikan

gantungan kunci marmer tulungagung

selempang yang saya buat


rok batik

baju adat

baju batik

batik

kertas yang saya bagikan

flash disk untuk power point file

keripik tempe
           Satu hal yang menantang, saya dapatkan surat dari US departemen yang berisi 15 sampai 19 November adalah pekan pendidikan Internasioanal, dan bagi pertukaran pelajar disarankan untuk presentasi tentang negaranya. Saya putuskan untuk mengkopi surat itu dan meminta ijin pada guru-guru saya untuk presentasi di kelas mereka. Saya adalah satu-satunya pertukaran pelajar, jadi saya usaha sendiri, buat semenarik mungkin rencana presentasi.
           Sehari sebelum presentasi, saya sudah siapkan semua bahan presentasi, termasuk brainstorm, power point file, baju adat, bendera, souvenir, dan selempang ‘International Week’ yang saya buat sendiri, dan keripik tempe yang saya dapatkan paket dari keluarga di Indonesia.
Senin dan Selasa, saya presentasi di Key Club International. Rabu, full presentasi di kelas bahasa Inggris, Digital Art dan Sejarah Amerika. Kamis presentasi di kelas Matematika dan Video Production. Mereka sangat menghargai dan takjub dengan keanekaragaman Indonesia.
 Saya tunjukkan video tentang saya dan Indonesia yang saya buat di kelas Video production, dan mereka sangat kagum dengan video itu.  Dilanjut dengan perkenalan, dan kuis, di tengah presentasi saya adakan kuis, dan yang bisa menjawab harus angkat tangan dan mengucapkan ‘AKU BISA’ dan kalau jawabannya benar, mereka akan mendapatkan gantungan kunci, atau kartu pos, atau uang 2000 rupiah. Dan mereka sangat tertarik dan berlomba-lomba menjawabnya.
main cublak-cublak suweng di kelas video production
            Saya presentasikan tentang letak Indonesia, letak ibukota, makanan khas Indonesia, Sopan-santun, tata karma, budaya, macam-macam rumah adat, tarian, baju, agama, dan tempat wisata di Indonesia, termasuk saya dan teman-teman bermain permainan jawa ‘ cublak-cublak suweng.’
Satu hal yang tiap kelas hampir semua herankan adalah di Indonesia budaya sopan santun menggunakan tangan kanan, sedangkan mereka, orang amerika bebas dengan tangan kiri atau kanan. Itulah perbedaan! Dan uang di Indonesia beraneka ragam warna, dan 1 dollar hampir sama dengan 10 ribu, mereka kaget, jadi saya bagikan 2000 rupiah sama dengan 20 cents. Tapi mereka sangat ingin dan berlomba-lomba mendapatkan uang rupiah.
Saya dan teman-teman
Saya rekam beberapa video dibantu teman-teman saya, dan saya rekam orang-orang Amerika mengucapkan ‘Aku Bisa’ dan ‘ Terimakasih’. Presentasi yang memuaskan, dan semoga ini menjadi jalan dakwah perdamaian antar umat beragama.Amiin.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Perbedaan Sekolah Indonesia dan Amerika

Pendidikan adalah hal yang utama baik di Indonesia, maupun naegara lain. Begitupun di Amerika. Berikut kisah singkat atau bisa dikatakan penjelasan tentang bagaimana sistem, model pembelajaran, kelas dan beberapa event atau kegiatan sekolah di Amerika.

Ruang kantor sekolah


A. Sistem

Berbeda dengan Indonesia yang wajib belajar 9 tahun dengan 6 tahun SD (elementary), 3 tahun SMP (junior high school), plus 3 tahun SMA (senior high school) jadi total 12 tahun, di Amerika 5 tahun elementary, 3tahun middle school, dan 4 tahun high school dengan sebutan kelas 9 sebagai ‘freshmen’,kelas 10 ‘sophmore’, kelas 11 ‘junior’ dan kelas 12 ‘senior’. Dan Perbedaaannya kalau di Indonesia kelas 3 SMA dapat Ijasah, kalau di Amerika sudah mendapat gelar Diploma.

Di Indonesia, tiap semester ada terima raport untuk hasil akhir, di sini ada Home Access untuk melihat perkembangan nilai atau grade, dan nilai akhirnya bukan nilai 8 atau 9, tapi menggunakan persentase dan grad e A+,A,B,C, dll.

Suasana antrian mengambil jadwal
Sekolah di Amerika di mulai usai liburan musim panas (summer) yang menghabiskan waktu 3 bulan libur. Lalu mulai masuk hari pertama lebih awal dari jadwal untuk mengantri menerima jadwal pelajaran untuk satu tahun. Di Indonesia kira-kira ada 16 pelajaran dari Senin-Sabtu atau Senin-Jum’at, di sini hanya ada 6 pelajaran atau biasa disebut 6 period. Dan awal pendaftaran ulang sekolah, siswa harus memilih hanya 6 pelajaran.Tapi untuk persyaratan kelulusan bagi senior, harus ada 2 tahun sains, PE (olahraga), dll yang biasa disebut Credit.Jadi harus menabung dari kelas 9, credit harus terpenuhi sebelum lulus.

Di Indonesia kita harus buru-buru ke sekolah jam 7 pagi. Tapi di sini, ada perbedaan jam awal masuk. Senin dan Jum’at jam 7.42, Selasa jam 8.14 karena jam awal untuk planning guru, dan Rabu-Kamis biasa disebut Block day, kelas dimulai jam 7.43. Block Day berbeda dengan hari biasa yang 1 jam pelajaran kira-kira 50 menit, kalau block day hanya ada 3 pelajaran yang tiap pelajaran kira-kira 2 jam.

perpustakaan sekolah
Pakaian yang digunakan bebas. Mau pakai kaos, kemeja, piyama, celana, rok, topi, cat rambut warna apapun, sepatu, sandal, jepit, terserah. Asal pakai baju.Dan di kelas, murid boleh mendengarkan i-pod, makan permen karet,dll asal guru mengizinkan.

Ada satu bangunan besar untuk kantor para concelour (guru tempat curhat dan keluhan, seperti guru BP tapi super pengertian),dan kantor kepala sekolah. Ada bangunan perpustakaan yang besar dan lengkap dengan buku dan komputer akses internet, dan ada kafetaria dengan berderet bangku di ruang terbuka yang luas.
Deretan bendera International di Sekolah, termasuk Indonesia

Yang membuat saya bangga, ada bendera Indonesia berdiri tegak di sekolah di antara bendera negara-negara lain, karena sekolah ini sekolah Inernasional. Jadi saya bisa melihat bendera ini tiap hari berangkat dan pulang sekolah.



B. Kelas

Suasana perpindahan kelas
Di Indonesia, satu kelas ya satu kelas. Artinya semua pelajaran diterima di satu kelas, punya teman satu kelas yang hanya berubah mungkin kalau kenaikan kelas saja, dan guru tiap pelajaran bergantian memasuki kelas. Kalau di sini jangan harap! Jadi, di sini tiap guru punya ruang kelas sendiri, dan terserah Sang Guru mau menata kelas sedemikian rupa. Dan tiap bel ganti pelajaran, kita harus keluar kelas, jalan menuju kelas berikutnya, dan masuk kelas, dengar bel, pelajaran selanjutnya di mulai. So, bukan guru yang jalan memasuki kelas-kelas, tapi muridlah yang butuh memasuki kelas-kelas. Untungnya sekolah saya model perpindahan kelas di ruang terbuka, jadi tidak terlalu berdesakan. Maksudnya tiap bangunan misalnya bernomer 100, jadi satu bangunan itu 100 sampai 116, terus ada halaman tiap bangunan, sebelahnya ruang 200,ada taman lagi, ruang 300, dan seterusnya. Jadi perpindahan kelas bisa jalan-jalan, nikmati pemandangan taman, gunung, dll sambil agak berdesakan degan murid-murid lainnya .

pemandangan tengah sekolah
 Tapi ada sekolah yang dalam satu bangunan super luas, tapi ketika pergantian jam kelas murid berdesakan dalam ruangan, naik lift, ke locker,dll.

Kalau nonton TV suasana di High School saat makan siang, begitulah kenyataanya. Ada yang membentuk genk seperti anak khusus keturunan Mexico, genk cheerleader, genk olahraga, atau sekedar kumpul-kumpul dengan teman yag akrab. Jangan kaget kalau ada yang pacaran di sekolah. Di setiap pandangan pasti ada murid yang pacaran. Dan guru di sini biasa saja, artinya ya itu hal yang amat wajar.

Jangan harap di sini ada upacara pengibaran bendera, baris, pidato, dll. Tapi di sini tiap hari,tiap mulai jam pelajaran, murid dan guru berdiri dari bangku masing-masing, menghadap bendera yang dipajang di kelas. Dan dari speaker yang ada di kelas yang terpusat dari kantor mengomandoi, “ Good Morning Blackhawk(=nama sekolah), Stand Up,Ready .” Dan semua mengucapkan kata-kata ini sambil menyilangkan tangan kanan di depan dada: ’I Pledge Allegiance To The Flag, Of the United States of America, And To the Republic For Which It Stands, One Nation, Under God, Indivisible, With Liberty And Justice For All.’ Setelah itu duduk, dan mendengarkan pengumuman-pengumuman dari sound system, dan murid harus mendengarkan.

Kelas dimulai. Berpuluh kelas disini untuk menampung ratusan murid. Dari kelas sains seperti matematika, biologi, fisika, kimia; kelas sejarah, government; kelas seni seperti musik, keramik, masak, photography, digital art, video; kelas bahasa seperti English, France, Spain, sampai kelas olahraga, dance, theatre, dan masih banyak kelas lain. Dan tiap matematika, ada kelas Aljabar 1, Aljabar 2, atau kelas Geometry, jadi bukan nama bab, tapi nama kelas yang dalam satu semester ya hanya berkutat matematika tentang itu saja untuk benar-benar menguasai.
usai sekolah

Di sini ada kelas khusus yang di sebut IB (The International Baccalaureate). Di kelas IB, natinya kalau di perguruan tinggi tidak perlu mengulang pelajaran sains lagi. Dan di kelas IB, satu bab pelajaran bisa langsung habis dalam 1 minggu. Sistem pembelajaran menyeluruh, singkat, padan dan jelas, itulah IB, dan ada IB exam untuk mendapat sertifikat atau lulus kelas IB. Bangunan kelas IB juga di khususkan dari kelas regular.

Sistem ulangan harian di sini mudah. Karena sebelum ulangan, biasanya guru menyuruh untuk membuat ‘study guide’ atau satu lembar kertas untuk menulis apa saja dari pelajaran atau bahasa kasarnya kertas contekan. Biasanya juga guru sudah memberikan kopian kisi-kisi, kita cari jawaban dan menulisnya di study guide itu.

Dan tentunya setiap guru sudah menyusun dengan sangat rapi melalui syllabus jadwal untuk tiap hari. Bahkan guru US government saya sudah menyusun jadwal lengkap dengan tanggal, hari, bulan apa yang kita lakukan tiap harinya.

Tiap hari saya hanya bawa satu binder cukup besar, isinya kertas-kertas tugas yang lalu, notes, atau kertas kosong yang siap diisi.

Berikut saya beri contoh gambaran kelas yang saya dapat di sini.

a. English (Ruang 411)

Kelas Bahasa Inggris
Kelas Bahasa Inggris saya, kelas Mrs.Ptak. Tiap hari Senin dan Jum’at, ketika masih awal pelajaran tepatnya sedang mendengarkan pengumuman dari speaker, ada tugas yang namanya DOL. DOL ini berisi pertanyaan seperti membenarkan hurufkapital, tanda baca, atau menyusun kalimat yang benar. Setelah pengumuman selesai dari speaker, jawaban dicocokkan, dan mulai pelajaran. Kebetuan pelajaran hari-hari kemarin berkutat tentang Ethos,Pathos, dan Logos. Tiap hari Selasa, beda lagi. Kertas tugas bukan DOL, tapi Critical Thinking, seperti kuis menguji IQ. Dan Tiap hari Jum’at adalah hari Vocabulary. Sebelumnya ada PR yang diberikan hari Senin yang dikumpulkan hari Jum’at. Ada 16 vocabs yang harus di cari artinya, fungsi dalam kalimat, dan asli dari bahasa mana. Dan hari Jum’at waktunya mencocokkan jawaban PR dan test tentang vocabs itu. Satu kelas kira-kira 35 anak.



b. IB Mathematic (Ruang P-31)

Satu-satunya kelas IB yang saya ambil. Di Kelas IB, seperti yang saya cantumkan di atas, sangat cepat berganti bab. Selama ini saya belajar tentang Statistic. Dan tiap senin ada ulangan, tiap selasa sudah ganti menu pelajaran. Dan asyiknya ada project statistic yang mengamati lingkungan, mengumpulkan data sendiri, dan membuat proposal, dll. Gurunya juga masih muda, Ms. Austad Cantik, energic, dan sangat memahamkan pelajaran. Dan jika anda membaca bahasa Inggris 411 ke ruang IB Math P-31, itulah nama ruang dan jauh nya kelas dan perbedaan nama tanpa P yang artinya kelas biasa, dan nama P yang artinya kelas IB. Satu kelas kira-kira 25 anak.



c. Digital Art (Ruang 706)

Digital Art class yang penuh dengan hasil seni di dinding
Digital Art bukan berarti Digital semua. Tapi di sini benar-benar dari dasar belajar sejarah tentang huruf, seni budaya, dan pewarnaan. Bahkan kami belajar membuat produk untuk perusahaan, tentunya cara membuat dengan warna, tulisan, dan sketch produk. Dan kami mempunyai satu buku sketch tiap anak. Dan di tentukan halaman mana hari ini, dan sketch apa yang dibuat. Guru Digital Art, Mrs. Herrera, yang tentunya lulus dari perguruan tinggi seni.



d. US Government (Ruang 508)

Government berarti tentang pemerintahan Amerika. Bagaimana sistemnya, struktur,dll. Asyiknya, kita tidak membaca dari buku paket, tapi langsung praktek. Seperti bagaimana cara membuat peraturan pemerintah, kami membuat grup senator, grup siding dll, jadi benar-benar praktek dan faham apa yang dilakukan pemerintah untuk membuat sebuah peraturan. Atau tiap minggu ada Current Event, tiap anak yang ditunjuk sebelumnya mempresentasikan berita terbaru hari itu. Belakangan ini tentang Islam, Gedung WTC, 9/11, Irak dll. Jadi saya sering ditanya tentang Islam dan system pemerintahan di Indonesia di kelas ini. Saya benar-benar harus memperhatikan apa yang saya ucapkan agar tidak salah penafsiran tentang Islam atau Indonesia. Untungnya ada teman yang satu-satunya, saya dan dia, orang Islam. Bedanya dia lahir di Amerika dan cara pandangnya sebagai masyarakat Amerika, dan saya lahir di Indonesia yang cara pandangnya masih menyesuaikan dengan cara pandang sini.

Kelas ini sering menonton video atau film yang berkaitan dengan government. Dan diakhir bab ada setumpuk paket yang dikerjakan menurut buku paket. Jadi fahamnya lengkap dari nonton video, praktek langsung dan buku paket. Mr. Gutierrez yang memegang kelas ini.



e. US History (Ruang 516)

Setelah Lunch dari jam 12 siang sampai 12.45, masuk kelas History benar-benar menyenangkan. Mrs. Becker, guru yang satu ini penuh humor. Dan sering melemparkan permen adan cokelat sebagai hadiah untuk pertanyaan yang bisa dijawab. Kelas history ini tidak seperti yang dikeluhkan anak. Kelas history, kami mencatat dari power point, dan buku yang digunakan mencatat buku kita yang didesign sendiri covernya yang penuh dengan gambar sejarah. Nonton film sejarah dan paket PR yang tiap hari diberi. Dan di akhir bab ada ulangan yang mengunakan study guide. Mudahnya belajar sejarah di sini.



f. Video Production (Ruang 706)

Suasana kelas yang sedan menonton video 'Indonesia' saya
Ruang 706 lagi? Ya kebetulan kelas yang saya ambil sama kelas nya dengan Digital Art. Di Video Production, seperti namanya kita membuat video. Dan baru kemarinsaya membuat presentasi lewat video ‘About Me’ yang isinya perbedaan Indonesia dan Amerika. Saya tampilkan foto-foto keindahan Indonesia dan music yang mengiringi musik Sunda,Gamelan dan satu musik Pop ‘Bendera’dari Cokelat Band. Dan mereka sangat takjub dengan semua itu dan saya mendapay applause trbaik dari semua video yang ada. Saatnya pulang ke rumah sekitar jam 14.35.





C. Kegiatan

Kegiatan yang ada selama satu bulan ini sebagai berikut:

- Club Rush : satu minggu penuh stan-stan pendaftaran untuk Club. Club tentunya untuk menambah pengalaman, teman, dan have fun. Ada puluhan club di sekolah. Dari Club Thetre,menulis, menari, gulat, social, interaksi, kebersihan, seni, sampai klub beasiswa. Dan klub yang saya pilih club theatre yang meliputi club thespian dan anonym actor, lalu Key International Club dan Interact club yang semuanya meliputi kepemimipinan, sukses, dan interaksi lingkungan.

- Blood Driver: Bukan pengemudi darah, tapi donor darah. Jadi 2 hari dari tangal 31 September dan 1 Oktober bagi pendonor darah yang berminat silahkan mendonorkan darahnya.,

Penampilan cheerleader di Back to School Night
- Back to School Night : jam 6 sore ke sekolah bersama orang tua, berkumpul di gym, lalu beberapa pertunjukan dari murid seperti paduan suara, cheerleaders, marchingband,dan dance class. Setelah itu kepala sekolah pidato sebentar, dan para orangtua wali menuju kelas anaknya. Mungkin kalau di bayangkan seperti terima raport di Indonesia. Agak mirip, tapi beda. Tiap 10 menit orangtua pindah ke tiap kelas yang tiap hari anaknya belajar, dan guru menjelaskan dalam 10 menit itu tentang sylabus, syarat grade, dan ada juga guru yang memberikan hasil belajar selama 1 bulan ini.



Marching Band menggelegar dalam ruangan
Baru ini kira-kira satu bulan setengah pembelajaran di Amerika. Saya akan berbagi kisah selanjutnya di Homecoming minggu depan dan kisah lainnya.

Jumat, 10 September 2010

Idul Fitri yang Tak Terlupakan di USA

            Tanggal 9 September 2010 tepat pukul 7.00 waktu Indio, akhirnya tiba juga waktu berbuka puasa setelah seharian penuh berkutat dengan pelajaran. Senangnya berbuka puasa hari ini karena selain hari terakhir puasa yang host family ku tunggu-tunggu, aku juga senang karena sempat ber-skype ria dengan keluarga yang sore itu di Indonesia sudah selesai sholat Ied.
            Subuh tiba, ku bangun dan siap- siap pergi ke masjid. Perfect dengan baju baru yang kubeli dua hari yang lalu dengan harga super murah berkualiatas tinggi, aku pergi dengan host mom ku yang baik banget mau mengantarkan ku ke masjid pagi-pagi. Karena biasanya sekolah mulai jam 7.42 dan berangkat dari rumah jam 7,00, hari ini berangkat jam 6.30 yang menurut mereka masih pagi banget.
            Jam 6.50 sampai di masjid, sudah terdengar gema takbiran dari lapangan sisi samping masjid. Tertegun, terharu, campur aduk rasanya. Takbiran di Amerika! Aku melangkah ke lapangan dan terlihat masih agak sepi. Hanya beberapa lelaki muslim yang melantunkan indahnya gema takbir.

Takbiran sembari menunggu jama'ah
            Jam 7.30 shaf sudah agak penuh. Kira-kira tujuh shof pria dan tujuh shof wanita. Semua berdiri dan menunggu sepuluh menit menanti jama’ah yang terlambat. Lalu sholat Ied dimulai tepat jam 7.40!
            Imam memberikan sedikit pengarahan cara sholat Ied, dan sholat pun berlangsung khuyu’. Rokaat pertama takbir tujuh kali, membaca Al-Fatihah, Al-‘Ala dan rokaat kedua takbir lima kali, Al-Fatihah dan Al-Ghosyiyah. . Ternyata sama seperti di Indonesia. Yang samanya lagi, ada suara tangisan bayi di tengah sholat Ied. Persis! Sama suasananya sholat Ied di Indonesia!
Sebelum shlat dimulai, rapatkan shof!

            Setelah sholat, Imam membaca takbir, dan mulai berceramah dengan bahasa Inggris. Bacaan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits yang fasih. Khutbah berkisar tentang harapan puasa diterima, sunnah muakkad, dan termasuk hukum sholat Jum’at. Khubah diakhiri dengan do’a dan para jama’ah meng-amini.
Imam yang sedang berkhutbah

            Imam selesai, para jama’ah berdiri. Kalau di Indonesia “ Minal Aidzin wal Faidzin” beda lagi di sini, mereka saling berpelukan mengucapkan “ Ied Mubarok!” .
Saling bersalaman,berpelukan dan Ied Mubarok!

              Di tengah-tengah saling bersalaman, ada seorang wanita yang kelihatannya dari Melayu. Sebenarnya sudah dari pertama beliau datang saling lirik. Dan waktu yang tepat saat saling bersalaman, beliau menyapa, “ are you from Philippine?”. Aku menjawab “ No, I’m from Indonesia!” dan tersentak beliau menjawab,” Eh, gue juga dari Indonesia!” dengan aksen Jakarta yang kental. Wow! Akhirnya ketemu orang Indonesia! Namanya Bu Vitri dari Jakarta. Beliau beserta anak perempuannya dan suaminya dari China tinggal di dekat masjid. Kata beliau aku dikira dari Filipina karena rukuh yang kupakai bermodel gamis. Rukuh Bu Vitri ya rukuh Indonesia yang potongan. Dan jamaah yang lain tidak ada satupun yang pakai rukuh. Mereka hanya pakai gamis atau sekedar baju panjang. Jadi itu yang membedakan  kami dan tak asing, curiga sama-sama dari Indonesia. Lalu Bu Vitri berbincang dengan satu ibu dan bahasa Indonesia! Ternyata satu lagi dari Indonesia, Bu Ilin beserta anak perempuan dan suaminya. Mereka mengaku kasihan aku satu-satunya pelajar pertukaran dari Indonesia di daerah itu. Tapi aku merasa tidak perlu dikasihani dan malah bangga. Karena mereka kasihan, mereka memberiku nomer telepon dan berharap kalau ada sesuatu bisa menghubungi mereka.
Berfoto dengan Bu Ilin dan Bu Vitri

Usai itu, saatnya sarapan berjama’ah! Di sisi kanan masjid depan lapangan, sudah tersaji banyak makanan. Tapi tidak seperti di Indonesia makan ketupat dan opor atau gule, di sini makannya sandwich, donat, daging cincang, salad, kentang, sayur kacang, dan beberapa buah-buahan. Dan aku mencoba korma muda California. Masih kuning, seperti dawegan tapi kecil.
Sarapan berjama'ah

Aku bertemu dengan Abed dan Zainab, teman sekolah yang baru kemarin kenalan. Aku mencari teman muslim di sekolah dan akhirnya ketemu juga Abed dan Zainab. Mereka menghabiskan hari ini bersama keluarga dan tidak kembali ke sekolah.
 di lapangan masjid

Mencicipi beberapa makanan, mengobrol dengan orang Indonesia, dan saatnya kembali ke sekolah seperti rencana ku dari awal. Jujur saja aku tipe orang yang senang sekolah dari kecil, jadi tidak mau rugi kalau sehari saja tidak sekolah. Teman ku Fouzia yang lalu aku ceritakan, beliau mengantarkan ku ke sekolah.  

Perfect! Aku sampai di sekolah, ke Attandance Office untuk minta izin, dan masih ada tujuh menit period 2 pelajaran matematika. Jalan cepat ke kelas dan dapat pelajaran! Ibadah dapet, pelajaran juga dapet hari ini! Kesenangan batin dapet, Kesenangan otak juga dapet! Alhamdulillah!
            Saudara perempuan ku dan ‘genk’ kelas senior kumpul makan siang kita sedang sibuk belajar buat ujian masuk universitas besok, jadi aku ke kelas sejarah, kumpul dengan anak junior.
            Usai sekolah, pulang, dan waktu makan malam keluarga mengajak makan di luar! Makan masakan Mexico dan es krim! Mereka senang aku tidak puasa lagi karena mereka tidak ingin satupun anggota keluarga yang kelaparan.
Lengkap hari ini Iedul Fitri di Amerika. Sempat cemas tidak akan berhasil rencana ke masjid, eh malah bener-bener sesuai rencana dan lebih dari itu, Perfect! Alhamdulillah…


Senin, 06 September 2010

Arti ‘ Siswa yang Smart dan Attitude ‘ dalam Ilmu Psychology



            Ketika seorang guru berkata, “ Santi ber attitude baik, sayang kakaknya, Eko, ber attitude buruk.” Kata yang terlontar ini biasanya hanya mencerminkan seorang murid yang selalu sopan dan mengerjakan tugas dengan baik. Ternyata, pernyataan ini salah. Attitude bukanlah  perilaku yang manis di depan guru, tapi  lebih dari itu.
Smart Student memiliki beberapa kriteria menurut Ilmu Psychology :
1.      No body can teach you as well as you can teach yourself.
Bagi seorang pelajar yang smart, Guru bukan lah yang utama mengajar dirinya, melainkan dirinya sendiri.
2.      Merely listening to your teachers and completing their assignments is never enough.
Pelajar yang smart, tidak hanya mendengarkan gurunya dengan baik dan mengerjakan tugas-tugasnya karena menurutnya itu tidak akan cukup.
3.      Not everything you are assigned tore and asked to do is equally important
Tidak semua tugas yang kamu dapat itu penting. Sepertihalnya dalam ujian, jangan berpikir kalau hanya pertanyaan-pertanyaan dalam ujian yang diberikan guru adalah penting, dan yang tidak dalam ujian bukan hal yang penting.
4.      Grades are just subjective opinions
Pelajar yang smart berpikir bahwa tingkatan dalam kelas (elementary,freshman,junior,senior) hanyalah opini subjekyif saja. Tidak penting tingkatan kelas, yang penting adalah ‘how much I learn and how much I do’ , seberapa banyak saya belajar, dan seberapabanyak saya amalkan. Kutipan ini sebenarnya adalah arti dari attitude. Dan attitude adalah satu hal yang paling membedakan antara smart student dengan yang lain.
5.      Making mistakes (and occasionally appearing foolish) is the price you par for learning and improving
Membuat kesalahan (dan sekali-kali kelihatannya bodoh) adalah harga yang sama untuk belajar dan mengembangkan diri.
6.      The point of a question is to get you to think not simply to answer it
Point dari sebuah pertanyaan adalah agar kamu berpikir bahwa tidak simple untuk menjawabnya. Maksudnya ketika kita diberi pertanyaan itu berarti pertanyaan adalah sesuatu yang tidak mudah untuk menjawabnya, bagaimana kita mencari jawaban dari pertanyaan itu, memutar otak, melogika, bertanya pada orang lain, atau mencari di buku refrensi. Benar atau salah jawaban dari pertanyaan bukanlah hal yang paling utama, tapi yang utama adalah berpikir bagaimana cara untuk menjawabnya.
7.      You are in school to learn to think for yourself, not to repeat what your textbooks and teachers tell you
Kita di sekolah untuk belajar berpikir untuk diri kita sendri, tidak untuk mengulang dari buku paket dan guru sampaikan. Kebanyakan dari kita, lebih utama untuk mengulang, menghafal, dan mengerjakan tugas. Semakin banyak kita bisa mengulang pelajaran, maka semakin smart. Ungkapan seperti itu tidak benar dalam ilmu psychology. Yang seharusnya smart student pikir adalah bagaimana ilmu itu bermanfaat bagi dirinya, baik itu dengan tahap menghafal,mengulang, tapi yang penting adalah mengamalkan ilmu untuk dimanfaatkan

8.      Subjects do not always seem interesting and relevant, but being passively bored and not learning them
Beberapa mata pelajaran tidak selalu terlihat menarik dan relevan, tapi menjadi membosankan dan tidak mempelajarinya. Jangan menyalahkan kalimat ini dulu. Fahami, bahwa pasti seseorang dalam belajar tidak selalu tertarik dalam belajar. Smart student berpikir, pelajari yang penting dan bermanfaat, jangan menyia-yiakan waktu hanya untuk belajar dari pelajaran yang benar-benar berhenti sampai situ saja dalam mempelajarinya, melainkan gali lebih dari pelajaranitu, baik dengan mencari refrensi yang lain atau dengan praktikum inovasi baru.
9.      Few things are as potentially difficult, frustrating or frightening as genuine learning, yet nothing is so rewarding and empowering
Beberapa hal yang secara potensial susah, membingungkan, atau menakutkan sama dengan tulusnya belajar, tidak ada balasan dan hukuman. Susahnya belajar, bukan berarti kita menyerah Semakin susah kita belajar, semakin mengajarkan kita tulusnya belajar dan menuntut ilmu. Tidak pandang apa yang nanti orang berikan penghargan pada kita usai hasil dari belajar, atau hukuman karena kita tidak berhasil mendapatkan yang terbaik. Yang penting adalah usaha keras yang artinya ketulusan dalam belajar.
10.  How well you do in school reflects your attitude and you method, not your ability
Seberapa baik yang kita lakukan di sekolah menggambarkan attitude dan metode kita, bukan kemampuan kita. Semisal kita banyak mendapatkan prestasi dalam akademik maupun sport, bukan berarti itu merupakan sebuah kemampuan yang kita pamerkan, tapi menggambarkan baiknya attitude dan metode kita dalam belajar.
11.  If you’re doing it for the grades or for the approval of others, you’re missing the satisfactions of the process and puffing yourself- esteem at the mercy of things outside your control
Jika kita melakukannya untuk kenaikan kelas, atau untuk diterima orang lain, kita kehilangan kepuasan proses dan kebanggan kita sendiri pada hal diluar control diri. Maksudnya, kita belajar jangan hanya agar naik kelas, lulus, atau diterima di lingkungan, tapi belajar untuk diri kita dan diamalkan itulah yang penting.
12.  School is a game, but it’s very important game
Sekolah adalah sebuah permainan, tapi permainan yang sangat penting. Sekolah, tempat kita belajar ada sebuah peraturan, begitu pula dalam permainan. Dalam permainan, kita taati peraturan, lakukan apa yang diminta dam permainan, berusaha untuk menang artinya berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dalam prestasi, jangan kalah dalam artian menyerah atas suatu pelajaran yang rumit, dan petik hasil nya seperti halnya dalam permainan kita mendapatkan score. Sekolah adalah permainan yang penting karena seberapa banyak kita mendapatkan ilmu, semakin banyak bisa kita amalkan, dan semakin tinggi pula kesempatan kita meraih cita-cita di masa depan.

Didapatkan dari seminggu pertama kelas psychology, LQHS 2010.


Minggu, 05 September 2010

Apa Saja sih Kebiasaan Orang Amerika?

Sudah hampir satu bulan di negeri orang, sedikit banyak aku sudah terbiasa dengan adat yang mereka ucapkan atau lakukan.
            Yang paling sering mereka ucapkan disini adalah “Thank You.” Seberapa seringkah? Sering sekali, bahkan seorang istri mendapatkan ucapan trimakasih dari sang suami tiap kali sang istri memberikan sajian makan malam. Seorang ibu mengucapkan terimakasih saat anaknya membantu membersihkan rumah, merapikan kamar, mencuc piring dan lain-lain. Sering sekali terdengar “Thank you” di sekelilingku. Dan tentunya orang yang mendapatkan thank you akan menjawab “You are welcome”, “ Yups”, atau ucapan lain yang menunjukkan kesenangan. Siapa yang tidak senang mendapatkan ucapan thank you, karena ucapan thank you bertanda kita dihargai.
            Selanjutnya, ucapan “ I’m sorry”. Tentu orang tak luput dari kesalahan. Seperti kalau kita tidak sengaja menyenggol seseorang, atau menghalangi jalan orang, maka katakan “I’m sorry.”
            Kalau di Indonesia terbiasa dengan “Nyuwun sewu..” atau “Permisi…”, tentunya di sini juga memiliki kebiasaan santun seperti itu. Hanya saja dengan bahasa lain yatu “Excuse me.”
            Ramahnya orang Amerika saaat mereka baru berkenalan dengan orang baru, pasti mereka ucapkan “Nice to meet you “ dengan senyuman ramah.
            Kebiasaan seorang muslim klau bersin mengucapkan “Alhamdulillah”, dan yang mendengar menjawab “ Yarhamukallah”, lain lagi kalau di sini. Tapi sejenis juga dengan mendoakan. Orang yang bersin biasanya mengucapkan, “Excuse me” karena mungkin dianggap agak mengganggu orang lain, dan yang mendengar menjawab “God bless you”. Hampir sama kan dengan mendoakan, hanya beda bahasa saja. Sekalipun seorang murid yang bersin di tengah pelajaran atau sang guru sedang menerangkan, hamper seisi kelas mendoakan sampai gurunya juga mengucapkan God bless you.
            Kebiasaan lain, setiap pagi ketika baru saja bertemu hari itu, pasti tak asing dengan sapaan Good Morning, sekalipun Ibu kepada anaknya. Dan begitu pula jika malam tiba, si anak hendak tidur, setidaknya laporan kepada orang di rumah kalau ia hendak tidur dan jangan lupa ucapkan Good Night,atau Have a nice dream, atau see you tomorrow.
            Dan satu lagi, kalau hendak meminta sesuatu jangan lupa ucapkan Please untuk menyatakan kesopanan. Contoh kecil, kalau di meja makan dan agak jauh untuk mengambil makanan atau sayur, mereka pasti ucapkan May I have some rice,please… atau minta tolong ambilkan sesuatu, pasti tak asing lagi dengan ucapan please.
Senyum!
            Ternyata setelah terjun di masyarakat Amerika, tak seburuk orang luar kira. Mereka cukup sopan dalam bertutur kata dan berprilaku. Setidaknya kita bisa mencontoh beberapa kebiasaan positif seperti terbiasa mengucapkan terimakasih walaupun sekecil apapun orang bebuat untuk kita.